Telkom Masuk Daftar Unggulan Peraih ‘The Best Investortrust Companies 2026’
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) masuk daftar unggulan peraih penghargaan The Best Investortrust Companies 2026 yang dihelat Investortrust. Emiten telekomunikasi pelat merah tersebut dinilai memiliki fundamental bisnis yang solid, profitabilitas kuat, tata kelola yang baik, serta konsistensi menciptakan nilai bagi pemegang saham di tengah dinamika industri digital dan telekomunikasi nasional.
Ajang The Best Investortrust Companies 2026 merupakan penghargaan tahunan yang diberikan kepada emiten-emiten terbaik di Bursa Efek Indonesia (BEI). Penilaian tidak hanya mencakup kinerja keuangan dan operasional perusahaan, tetapi juga aspek transparansi, tata kelola perusahaan, likuiditas saham, hingga keberlanjutan pertumbuhan bisnis.
Mengusung tema Indonesia's Capital Market Leaders in the Age of Fiscal Discipline, Governance Reform, and Geopolitical Risk, penghargaan ini hadir di tengah tantangan besar pasar modal nasional, mulai dari dinamika geopolitik global, perubahan arah kebijakan fiskal, hingga perlambatan aliran modal asing.
Dalam proses penjurian, Investortrust menggunakan sejumlah indikator utama, seperti return saham satu tahun, likuiditas perdagangan, pertumbuhan penjualan dan laba operasi, margin operasional, asset turnover, hingga return on equity (ROE).
TLKM dinilai memenuhi indikator-indikator tersebut. Sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar jumbo, TLKM masuk kategori big cap dengan nilai kapitalisasi pasar sekitar Rp 290-298 triliun. Saham TLKM juga dikenal sebagai salah satu saham paling likuid di BEI dan menjadi konstituen utama berbagai indeks unggulan pasar modal Indonesia.
Kinerja keuangan Telkom sepanjang 2025 masih menunjukkan fundamental yang kuat, meski menghadapi tekanan dari persaingan industri telekomunikasi dan meningkatnya beban operasional akibat transformasi bisnis digital.
Berdasarkan laporan keuangan 2025, Telkom membukukan pendapatan konsolidasi sekitar Rp146,7 triliun, dibanding Rp149 triliun pada 2024, atau turun 1,5% secara tahunan (year on year/yoy).
Sementara itu, laba bersih Telkom pada 2025 tercatat Rp17,8 triliun, turun sekitar 20,5% dibandingkan 2024 yang mencapai Rp22,4 triliun. Penurunan terutama dipengaruhi kenaikan beban depresiasi dan amortisasi, percepatan depresiasi aset, serta meningkatnya beban personel seiring program pensiun dini (early retirement program).
Meski demikian, Telkom masih mampu menjaga profitabilitas pada level yang sehat. Laba bersih sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) perseroan pada 2025 mencapai sekitar Rp72,2 triliun dengan margin EBITDA sekitar 49,2%.
Data Investing.com menunjukkan, TLKM tahun lalu mencetak ROE sekitar 18,31%, dengan margin laba bersih sekitar 14,76%. Kinerja tersebut mencerminkan kemampuan perseroan menjaga efisiensi operasional sekaligus mempertahankan profitabilitas bisnis di tengah kebutuhan investasi jaringan dan transformasi digital yang terus meningkat.
Kecuali itu, TLKM dikenal sebagai salah satu emiten dengan rekam jejak dividen yang kuat dan konsisten. Dividend yield TLKM berada di kisaran 6,8% hingga 7,3%, menjadikannya salah satu saham dividen unggulan di pasar modal Indonesia.
Prospek dividen Telkom juga dinilai tetap menarik pada 2026. Sejumlah analis memperkirakan pembayaran dividen TLKM berpotensi mencapai lebih dari Rp21 triliun dengan payout ratio tetap tinggi. Hal itu memperkuat daya tarik TLKM sebagai saham defensif dengan arus kas stabil.
Keunggulan lain Telkom terlihat pada transformasi bisnis yang terus dijalankan perseroan. Perusahaan tidak lagi hanya bertumpu pada layanan telekomunikasi konvensional, tetapi juga agresif mengembangkan bisnis data center, cloud, digital infrastructure, fiber optic, enterprise solution, hingga layanan digital berbasis kecerdasan buatan (AI) dan data.
Investortrust memandang strategi transformasi digital tersebut sebagai salah satu faktor penting yang menjaga prospek pertumbuhan jangka panjang Telkom di tengah perubahan perilaku konsumen dan meningkatnya kebutuhan konektivitas digital nasional.
Dari sisi tata kelola dan transparansi, Telkom pun dianggap memiliki standar pelaporan yang baik. Perseroan secara rutin menyampaikan laporan keuangan audited, laporan keberlanjutan, hingga laporan Otoritas Bursa AS (SEC) dan Form 20-F untuk investor global. Hal tersebut memperkuat kredibilitas TLKM di mata investor domestik maupun internasional.
Transparansi dan Tata Kelola
Menurut Investortrust, penghargaan The Best Investortrust Companies 2026 bertujuan mendorong transparansi dan tata kelola perusahaan, menjadi referensi investor dalam memilih saham berkualitas, serta mengapresiasi emiten yang mampu menjaga kinerja berkelanjutan di tengah dinamika pasar.
Dari total 967 emiten di BEI, hanya 279 perusahaan yang lolos seleksi awal, dan setelah proses seleksi tambahan jumlahnya menyusut menjadi 84 emiten. Rangkaian penjurian berlangsung sepanjang April hingga Mei 2026 sebelum pengumuman pemenang pada acara puncak penghargaan akhir Mei 2026.
Proses penjurian dilakukan melalui beberapa tahap, dari seleksi awal, evaluasi kuantitatif, polling pelaku pasar dan wawancara, hingga deliberasi akhir dewan juri. Emiten yang mengikuti seleksi diwajibkan memenuhi sejumlah persyaratan ketat, antara lain telah tercatat di BEI sebelum 2025, membukukan laba pada 2025, memiliki ekuitas positif, aktif diperdagangkan, memenuhi aturan free float, serta tidak tersangkut kasus yang menjadi sorotan regulator.
Penilaian juga dilakukan berdasarkan delapan indikator utama, seperti return saham satu tahun, volatilitas, likuiditas perdagangan, pertumbuhan penjualan dan laba operasi tiga tahun, margin operasional, asset turnover, hingga ROE.
Investortrust menyatakan, penghargaan dibagi ke dalam tiga kelompok utama berdasarkan kapitalisasi pasar, yakni big cap, mid cap, dan small cap. Investortrust membagi para emiten ke dalam 12 sektor, yakni barang baku, barang konsumen nonprimer, barang konsumen primer, energi, infrastruktur, kesehatan, keuangan bank, perindustrian, properti dan real estat, teknologi, serta transportasi dan logistik.

