Bunga Turun 2024, BRI MI Anjurkan Alokasikan Dana Pensiun ke SBN dan Saham
JAKARTA, investortrust.id - Di tengah sinyal penurunan suku bunga oleh The Fed pada tahun 2024, alokasi dana pensiun masih menarik untuk diinvestasikan ke obligasi, misalnya Surat Berharga Negara (SBN). Berikutnya ke investasi saham.
“Untuk tahun 2024, memang first half ada penurunan suku bunga. Mungkin, obligasi lebih menarik,” ujar Chief Investment Officer PT BRI Manajemen Investasi Herman Tjahjadi pada Focus Group Discussion “Ke Mana Dana Pensiun Menginvestasikan Dana di Tahun 2024”, yang digelar oleh Investortrust, di Jakarta, Rabu (20/12/2023).
Baca Juga
IHSG Ditutup Terkoreksi Tipis, Tiga Saham Ini Justru Cetak ARA
Setelah first half 2024 terlewati, Herman menganjurkan kepada investor dengan risk profile yang sesuai untuk mulai mengalokasikan dana ke saham-saham IDX80. Terlebih dengan pemilu yang sudah usai, saham bisa menjadi pilihan dikarenakan valuasinya yang menggiurkan.
“Dengan yield (imbal hasil) yang lebih tinggi dari SUN (Surat Utang Negara), kami bisa menganjurkan kepada investor atau institusi risk profile yang cocok bahwa itu (saham-saham IDX80) dapat dikoleksi pelan-pelan. Karena memang sangat menarik,” tutur Herman.
Valuasi Masih Rendah
Sebelumnya, Herman mengatakan bahwa saham-saham IDX80 sangat menarik dikarenakan valuasinya yang rendah. “IDX80 itu lebih real, kalau year to date (tumbuh) 0-1%. Jadi, kalau mau main ke pasar saham, kami lihat di IDX80 karena lebih real. Valuasinya sekarang itu kira-kira 12,5 kali,” paparnya.
Herman menegaskan, saat ini, penurunan suku bunga acuan The Fed masih menjadi hal yang ditunggu. Apabila Amerika Serikat telah berhasil menjaga ekonominya soft landing, hal ini menjadi angin segar bagi emerging market.
Baca Juga
BI Pertahankan Bunga 6%, Ketidakpastian Pasar Keuangan Global Mereda
“Jadi emerging market ini semuanya masih menunggu pivot The Fed, benar-benar menurunkan bunganya. Lalu, (investor) ke aset-aset yang risky. Aset-aset yang risky ini kemudian akan lari juga pertama obligasi, kemudian kedua saham,” ungkap Herman.

