Persatuan Golf Indonesia Anjurkan Arena Pertandingan Golf Selalu Berbeda
JAKARTA, investortrust.id – Persatuan Golf Indonesia (PGI) menganjurkan agar arena pertandingan golf, terutama Indonesia Open, dilaksanakan pada arena yang berbeda-beda. Hal ini, demi melengkapi pengalaman pemain dalam menghadapi medan yang beragam.
“Pengurus (PGI) yang sekarang, mengambil keputusan, kita harus pindah-pindah setiap tahun, sebagai tantangan,” ujar Ketua Umum PGI, KPH Japto S Soerjosoemarno di Damai Indah Golf Pantai Indah Kapuk (PIK) Course, Jakarta, Sabtu (31/8/2024).
Sebelumnya, Indonesia Open diselenggarakan di lapangan Pondok Indah beberapa kali. Padahal, Japto menilai, peserta Indonesia Open banyak diikuti pemain profesional lokal maupun internasional yang memiliki pukulan kencang. Sedangkan pemain amatir bisa mendapat kesempatan mengenal berbagai jenis lapangan.
Baca Juga
Pegolf Indonesia Peter Gunawan Lolos ke Putaran Final Mandiri Indonesia Open 2024
“Pondok Indah itu kan sempit, kecil, jarak pendek. Sedangkan yang profesional itu pukulannya kencang. Sekarang pindah ke PIK, lapangannya lebar dan panjang, kita lihat kan yang terbuang berapa banyak,” sambung Japto.
Dia menegaskan, pada intinya, pemain profesional cukup diuntungkan tahun ini dengan arena yang lebih lebar dan panjang. Hal ini membuat para pemain bisa lebih banyak memukul bola.
“Banyak juga yang out karena lapangan lebih panjang, lebih lebar, challenging (menantang). Banyak yang kena cut off, apalagi atlet kita,” ujar Japto.
Berkaca pada Indonesia Open tahun lalu, pemain amatir perwakilan Indonesia masih bisa masuk ke sepuluh besar. Namun dengan arena di PIK, hal yang sama tak mudah terjadi.
Perbedaan penyelenggaraan Indonesia Open tahun ini, tambah Japto, juga meliputi acara pendamping (side event) seperti hiburan dan makan bersama saat pembukaan. Hal ini mampu menciptakan momen kebersamaan bagi seluruh pihak yang terlibat.
Baca Juga
Hasil Pegolf Lokal pada Hari Perdana Mandiri Indonesia Open 2024
Lomba menggambar dan mewarnai untuk anak-anak turut dinilai bagus pada penyelenggaraan Indonesia Open 2024. Diselenggarakan pula adu hole in one dengan lubang (mini green) di atas air yang sekaligus bisa menjadi ajang pencarian bakat atau talent scouting.
Kompetisi hole in one dengan hadiah Rp 200 juta tersebut, tidak membatasi usia peserta. Alhasil, side event ini telah diikuti banyak pemain amatir dari usia 10 tahun sampai sekitar 50 tahun.
“Anak-anak bisa kenal golf dulu, baru senang golf. Kami harapkan mereka bisa jadi atlet-atlet amatir yang nantinya jadi profesional mewakili negara,” tutup Japto.

