Kejar Tax Ratio, Purbaya: Sampai Sakit-sakit
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengaku harus jatuh sakit akibat upaya kerasnya mengejar target tax ratio. Purbaya mengakui bukan hal yang mudah untuk mencapai target tax ratio sebesar 11%-12%.
“Kalau kita bisa naikkan level sekarang menuju 11-12%, 11,5% itu sudah aman sekali. Tapi biasanya memang nggak gampang, perlu extra effort, makanya saya sampai sakit-sakit nih,” kata Purbaya, di kompleks parlemen, Senin (9/2/2026).
Purbaya menjelaskan untuk mengejar pertumbuhan rasio pajak, tanpa menaikkan tarif, pemerintah akan mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dengan pertumbuhan yang cepat, dia mengasumsikan masyarakat berpotensi membayar pajak yang lebih tinggi.
“Sekarang sudah lumayan tuh, (pertumbuhan ekonomi) 5,4% ya. Lumayan lah,” kata dia.
Baca Juga
Janjikan Insentif Jika 'Tax Ratio' Naik, Purbaya Ancam Pegawai Pajak yang 'Macam-Macam'
Hal lain yang dilakukan demi mengejar rasio pajak, Purbaya juga memperbaiki kinerja Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC). Salah satu perbaikannya yaitu dengan merotasi pegawai di dua direktorat tersebut.
Purbaya juga memastikan penggunaan teknologi yang efektif untuk mengawasi penerimaan negara. Coretax menjadi salah satu fokus yang sedang dibenahi pemerintah agar lebih efektif.
“Terus kita akan pastikan daerah-daerah tidak akan membiarkan lagi penggelapan pajak atau kongkalikong antara (petugas) pajak dengan para pelaku usaha,” kata dia.
Efisiensi kinerja dilakukan. Salah satunya dengan menerapkan teknologi akal imitasi (AI) di DJP dan DJBC. AI digunakan untuk memastikan produk ekspor sesuai dengan kode dan tidak terjadi underinvoicing.
“Banyak sekali yang ketahuan underinvoicing. Harganya dia murahin di sini, tapi di sana (negara tujuan) lebih tinggi, dua kali lipat,” kata dia.

