Ini Antisipasi Pemerintah Hadapi Resesi Jepang
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah Indonesia telah mempersiapkan sejumlah cara untuk menghadapi resesi yang dialami Jepang. Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah RI telah melihat kondisi ini berdasarkan prediksi beberapa lembaga termasuk World Bank.
“Kita sudah melihat global outlook di tahun 2024. Ini dari prediksi berbagai lembaga termasuk World Bank, kan turun,” kata Airlangga ditemui usai salat Jumat di kantor Kemenko Perekonomian, Jumat (16/02/2024).
Baca Juga
Akan Membuka Pasar Baru
Airlangga mengatakan, untuk menghadapi kondisi resesi di Jepang, pemerintah RI menjaga komoditas ekspor dan pasar lain di luar negeri. Jepang selama ini merupakan salah satu negara tujuan ekspor RI yang besar.
Selain itu, dia menyebut, pemerintah akan membuka pasar baru sebagai mitra dagang. “Kita harus buka pasar baru, antara lain dengan keanggotaan kita di multilateral agency, termasuk Organisation for Economic Co-operation and Developtment (OECD). Kita juga sedang mengkaji membuka market dengan Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP). Kita melihat Kanada dan Amerika Latin juga bisa terbuka (pasarnya),” ujar dia.
Baca Juga
Selain itu, pemerintah berencana menjaga daya beli masyarakat di dalam negeri. Airlangga mengatakan, mesin konsumsi menjadi pilihan penting. Potensi ini tidak dimiliki negara lain.
“Mesin konsumsi ini menjadi penting, karena kita punya penduduk besar dan sebagian besar generasi muda. Maka, mesin konsumsi ini harus didorong produktivitasnya,” ujar dia.
Airlangga mengatakan salah satu upaya meningkatkan produktivitas tersebut yaitu melalui program Kartu Prakerja. Dia menilai pelatihan melalui Kartu Prakerja dapat menjadi solusi jangka pendek.
“Kedua, untuk perbaikan SDM yaitu pendidikan. Itu memakan waktu jangka panjang,” kata dia.
Meski demikian, Airlangga mengatakan, program Kartu Prakerja masih akan menunggu pembicaraan dengan menteri keuangan. Ini terutama untuk anggaran di tahun 2025.

