Meski Alami Resesi, Pemerintah Masih Harapkan Kuncuran Investasi dari Jepang
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut resesi di Jepang diharapkan masih membawa angin segar bagi investasi di Tanah Air. Harapan ini muncul karena di tengah resesi itu Jepang memerlukan pertumbuhan ekonomi.
“Justru dengan resesi di sana (Jepang) saya harap investasi dari sana akan mengalir,” kata Airlangga ditemui di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (19/02/2024).
Menurut Airlangga, Jepang tentu melihat regional Asia Tenggara sebagai salah satu magnet perekonomian. Laporan World Economic Outlook (WEO) yang diterbitkan International Monetary Fund (IMF) Oktober 2023 memproyeksikan ASEAN sebagai negara yang memiliki prospek ekonomi cerah pada 2024.
“Tapi biasanya kalau dalam waktu resesi mereka butuh pertumbuhan ekonomi, mereka akan lihat salah satu yang region yang masih tumbuh yaitu ASEAN,” ujar dia.
Baca Juga
Menperin Catat Investasi Manufaktur Capai Rp 565 Triliun Tahun 2023
Sebelumnya, Airlangga menyebut pemerintah telah mempersiapkan sejumlah cara untuk menghadapi resesi yang dialami Jepang dan Inggris. Dia mengatakan untuk menghadapi kondisi resesi di Jepang, pemerintah menjaga komoditas ekspor dan pasar di luar negeri. Selain itu, dia menyebut, pemerintah akan membuka pasar baru sebagai mitra dagang.
“Kita harus buka pasar baru antara lain dengan keanggotaan kita di multilateral agency termasuk Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD). Kita juga sedang mengkaji membuka market dengan Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP). Kita melihat Kanada dan Amerika Latin juga bisa terbuka (pasarnya)” ujar beberapa waktu lalu.
Selain itu, pemerintah berencana menjaga daya beli masyarakat di dalam negeri. Airlangga mengatakan mesin konsumsi menjadi pilihan penting karena potensi ini tidak dimiliki negara lain.
“Mesin konsumsi ini menjadi penting karena kita punya penduduk besar dan sebagian besar generasi muda. Maka mesin konsumsi ini harus didorong produktivitasnya,” ujar dia.
Baca Juga
Menko Airlangga: Dorong Investasi Kendaraan Listrik, Pemerintah Terbitkan Sejumlah Insentif

