Gobel: Bermula dari Keprihatinan Global Warming, Gorontalo Kini Ekspor Cokelat
BOALEMO, Investortrust.id – Bermula dari keprihatinan terhadap pemanasan global (global warming) dunia akibat climate change, tokoh nasional asal Gorontalo Rachmat Gobel bekerja sama dengan Jepang melakukan penghijauan 10 tahun lalu dengan menanam cokelat. Hasilnya, Gorontalo kini tidak hanya mengekspor jagung ke Malaysia dan Filipina, namun juga mengekspor cokelat ke Jepang.
“Pada kesempatan ini saya ingin mengenalkan satu produk makanan cokelat yang diproduksi Jepang, bahannya dari kakao Boalemo, Gorontalo. Produk cokelat ini bermula dari keprihatinan terhadap pemanasan global di dunia, sehingga kita harus melakukan penghijauan dan 10 tahun lalu, Jepang menanam kakao di Gorontalo,” kata Wakil Ketua DPR RI Bidang Korinbang Rachmat Gobel dalam keterangan usai membuka Festival Pantai Bolihutuo di Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo, Jumat 20 Oktober 2023.
Tanaman kakao tersebut kini sudah menghasilkan produk cokelat dengan merek Gorontalo. Gobel pun mengundang Pejabat Bupati Boalemo Sherman Moridu, kepala Polres, komandan Kodim, kepala Kejaksaan Negeri, dan kepala Pengadilan Negeri setempat untuk naik ke atas panggung dan membagikan cokelat kepada mereka, masing-masing mendapatkan satu dus kecil.
“Coklat ini diberi merek Otanaha, diambil dari nama benteng terkenal di Gorontalo. Dan, di kemasannya tertulis nama Gorontalo,” katanya.
Baca Juga
Selain diproduksi di Jepang, cokelat ini juga diproduksi di Indonesia. Cokelat Otanaha juga disertakan dalam pameran cokelat dunia di Prancis.
Kelebihan cokelat Otanaha, kandungan cokelatnya mencapai 70 persen dan menggunakan gula aren. “Jadi bagus untuk Kesehatan, karena pemanisnya alami dan kandungan anti-oksidannya tinggi,” katanya.
Gobel mengatakan, ia akan menggalakkan penanaman 1.000 hektare tanaman kakao. Perkebunan ini akan diintegrasikan dengan pendirian pabrik cokelat di Gorontalo.
“Sehingga suatu saat kita bisa memiliki produk cokelat yang menjadi kebanggaan nasional. Kita pasti bisa,” katanya.
Festival Pantai Bolihutuo
Mengenai Festival Pantai Bolihutuo di Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo, Gobel yakin akan memperkuat pariwisata daerah dan mendorong nilai tambah hasil bumi. Apalagi, tanah Gorontalo yang sangat subur dan luas ini banyak menghasilkan produk-produk pertanian dengan kualitas unggul.
“Festival Pantai Bolihutuo yang diselenggarakan pada Jumat, 20 Oktober 2023, akan menjadi festival kebanggaan masyarakat Boalemo, bahkan di Provinsi Gorontalo. Ini akan meningkatkan pariwisata, juga mendorong hasil bumi,” kata Gobel.
Festival yang digagas oleh Rachmat Gobel itu menampilkan utusan dari tujuh kecamatan di Boalemo, serta sejumlah kecamatan dari Kabupaten Pohuwato. Tiap kecamatan memamerkan keunggulan produk yang dimiliki, yang berbasis hasil bumi. Ini mulai dari produk mentah, produk olahan pangan, hingga produk-produk lainnya yang berbasis hasil dari pertanian dan perkebunan. Dalam acara itu hadir pula Kepala Bank Indonesia Perwakilan Gorontalo Dian Nugraha dan para camat.
Baca Juga
Sebelumnya, Gobel juga mengadakan Festival UMKM Milenial di Danau Perintis, Kabupaten Bone Bolango. Selain itu, Festival Ikan Tuna di Pantai Tamendao, Kota Gorontalo.
“Festival-festival ini penting, apalagi tanah Gorontalo sangat subur dan luas. Daerah ini banyak menghasilkan produk-produk pertanian dengan kualitas unggul,” tandasnya.
Gorontalo terkenal dengan produksi jagung ternak. Karena itu, di Gorontalo banyak berdiri produsen pakan ternak, dari dalam negeri maupun dari luar negeri. Selain itu, sebagian jagung ternak tersebut diekspor ke Malaysia dan Filipina.
Ke depan, Gobel berharap Gorontalo juga menghasilkan jagung pangan yang memiliki nilai ekonomi lebih bagus. Selain itu, lanjut dia, Gorontalo menghasilkan kelapa sawit, kelapa, pisang, nanas, serta beragam produk palawija unggulan.
Meningkatkan Pendapatan Petani
Lebih lanjut Gobel mengatakan, Festival Pantai Bolihutuo memiliki fokus untuk meningkatkan nilai tambah produk hasil bumi yang dipadukan dengan pariwisata. Produk yang dipamerkan bukan hanya hasil pertanian yang masih mentah, tapi juga hasil olahannya.
“Dengan demikian, festival itu akan meningkatkan pendapatan petani dan menaikkan pendapatan asli daerah. Hal ini akan menjadi bagian dari pengurangan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Gorontalo,” katanya.
Dalam sambutannya, Dian Nugraha mengatakan, Festival Pantai Bolihutuo akan meningkatkan branding Pantai Bolihutuo dan Kabupaten Boalemo. Dian mengatakan, pada festival ini dipamerkan produk fashion, olahan pangan, dan handicraft. Selain itu, ada pertunjukan konser musik dari artis lokal maupun nasional.
“Ini akan menarik investor untuk datang, dan juga menarik wisatawan. Dampaknya adalah menciptakan lapangan kerja baru, menaikkan pendapatan asli daerah, dan juga menjadi pusat pertumbuhan ekonomi,” katanya.
Sherman Moridu menambahkan, panjang pantai Boalemo mencapai 178 km di lima kecamatan. Sedangkan kawasan Pantai Bolihutuo seluas 48 km persegi.
“Kita akan memperjuangkan agar festival ini masuk ke dalam calendar event oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif,” katanya.
Festival ini juga dimeriahkan dengan beragam undian hadiah untuk setiap pembelian kelipatan Rp 25 ribu. Hadiah juga dibagikan kepada pengunjung yang mengikuti lomba video yang ditayangkan di Instagram maupun TikTok, serta lomba selfi. Hadiah yang disediakan bagi pemenang adalah pesawat televisi 32 inchi, kulkas, mesin cuci, dan kipas angin. (pd)

