Cerita Hamdi Hassyarbaini Terjun ke Dunia Kripto, Bermula dari Rasa Ingin Tahu Hal Baru
Poin Penting
●
Perjalanan Hamdi ke Dunia Kripto Dimulai dari Rasa Ingin Tahu.
●
Dari Belajar Otodidak hingga Menjadi Direktur Utama Bitwewe.
●
Tantangan dan Pembelajaran di Industri Kripto.
JAKARTA, investortrust.id - Anda mungkin sudah tidak asing lagi dengan aset kripto. Pasalnya, kripto semakin marak diperbincangkan oleh para publik figur, mulai dari pengusaha, selebriti, hingga politikus.
Kripto menjadi tren populer karena dianggap sebagai salah satu instrumen investasi yang mudah diakses karena berbentuk digital dan sulit untuk dipalsukan. Saat ini, sudah banyak orang yang ikut terlibat berinvestasi di bidang kripto.
Salah satunya adalah Hamdi Hassyarbaini. Hamdi memiliki pengalaman kerja lebih dari 30 tahun di industri keuangan, mulai dari perbankan, pasar modal, pasar berjangka, hingga kripto.
Hamdi saat ini aktif menjabat Direktur Utama di PT Sentra Bitwewe Indonesia sejak tahun 2022. Dalam kesempatan ini, Hamdi pun berbagi awal mula perjalanannya terjun ke dunia kripto.
Pria kelahiran Teluk Betung 20 Oktober 1960 itu mengungkapkan, perjalanannya di industri kripto bermula dari rasa ingin tahu yang baru terhadap sesuatu. Menurut Hamdi, jika dirinya sudah menguasai satu bidang, maka ia ingin belajar hal yang baru lagi.
"Jadi intinya karena keinginan tahuan ke sesuatu yang baru gitu. Saya sudah pernah di perbankan, pernah di pasar modal, kemudian di industri pedagang berjangka, kan berbeda semua itu. Nah tiba-tiba ada kripto. Nah ini apa lagi nih? Jadi saya pelajari dulu kripto," ujar Hamdi kepada investortrust.idbelum lama ini.
Berawal dari situ, Hamdi pun belajar secara otodidak terkait kripto. Bahkan ketika masih baru belajar kripto, Hamdi pernah membuat sebuah webinar di Universitas Indonesia (UI). Ia sendiri merupakan alumnus dari UI.
"Itu pesertanya mulai dari Miranda Gultom sampai semua senior-senior itu ikut. Saya dengan sok taunya sok ngajarin kripto. Padahal baru belajar juga," ungkap Hamdi.
Tidak lama setelah itu, Hamdi kemudian mendapatkan tawaran untuk bergabung dengan Bitwewe. Bitwewe adalah perusahaan pedagang aset kripto di Indonesia yang terdaftar dan diawasi oleh Bappebti serta telah mendapatkan lisensi sebagai Pedagang Fisik Aset Kripto (PFAK) dengan sertifikat nomor 06/BAPPEBTI/PFAK/10/2024.
Chief Executive Officer Bitwewe Hamdi Hassyarbaini memberikan pidato perkenalan tentang Bitwewe pada sesi Crypto Skill Up di kantor redaksi Investortrust di Epicentrum Rasuna, Jakarta, Senin, (10/3/2025). Foto: Investortrust/Elsid Arendra (Elsid Arendra)Source: Investortrust
"Itu tidak sengaja (masuk Bitwewe). Jadi saya sudah pelajari dulu kripto sendiri, tiba-tiba ada yang ngajak. Masuk ke Bitwewe. Saya juga tidak mengerti kok pas sekali gitu. Saya belajar kripto, sok tau. Tiba-tiba langsung ada yang nawarin? Langsung ada yang nawarin, ngajak ke Bitwewe. Oh pas banget gitu. Jadi itulah sejarah kenapa saya ada di kripto. Jadi sebetulnya curiosity ya. Jadi saya sudah tau data perbankan, data pasar modal, data perdagangan berjangka komoditi. Sekarang ada di kripto. Jadi saya belajar lagi," jelas Hamdi.
Meski begitu, Hamdi tidak menampik untuk memahami cara bekerja di kripto itu menurutnya lebih susah alias perlu effort yang lebih. Terlebih, kripto juga sangat syarat dengan teknologi.
"Saya bukan orang teknologi, jadi untuk memahami cara bekerja di kripto itu perlu effort lebih lagi. Jadi saya harus memahami bagaimana teknologi bekerja dan bagaimana industri kripto, blockchain segala macam perlu bekerja," ucap Hamdi.
Sebelum menjabat Direktur Utama di PT Sentra Bitwewe Indonesia, Hamdi pernah menjabat berbagai posisi strategis antara lain di PT Pefindo Biro Kredit sebagai Komisaris Utama (2018-2022), PT Bursa Berjangka Jakarta sebagai Direktur (2020-2022), PT Bursa Efek Indonesia sebagai Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan (2015-2018), dan sebelumnya sebagai Direktur Sumber Daya Manusia dan Keuangan (2012-2015). Direktur/Head of Business Management & Support PT DBS Vickers Securities Indonesia (2010-2011) dan dalam kurun waktu 1987 sampai 2010 Hamdi meniti karir di PT Bursa Efek Jakarta dan PT Bank Duta.
Saat ini, Hamdi juga menjabat sebagai Anggota Komite Audit Superbank sejak Januari 2023. Hamdi memiliki gelar Sarjana Ekonomi Jurusan Akuntansi dari Universitas Indonesia (1986) dan memperoleh gelar Magister Manajemen (MM) dari Universitas Indonesia (1991).