Rupiah Menguat pada Sesi Rabu Pagi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Rupiah menunjukkan penguatan pada Rabu pagi (15/10/2025). Rupiah menguat 23 poin atau naik 0,14% ke posisi Rp 16.580 per US$ menurut data Bloomberg.
Penguatan rupiah terjadi seiring dengan melemahnya indeks dolar Amerika Serikat (AS) atau DXY yang turun -0,19% ke level 98,85.
Dolar AS melemah terhadap sejumlah mata uang. Greenback melemah sebesar -0,54% terhadap yen Jepang dan -0,15% terhadap yuan China.
Baca Juga
Rupiah Menguat Usai Pengumuman Realisasi APBN September 2025
Dolar AS juga melemah ringgit Malaysia sebesar -0,22%. Tak hanya tiga mata uang itu, dolar AS juga melemah terhadap won Korea Selatan sebesar -0,37%.
Dolar AS juga terpantau melemah terhadap baht Thailand sebesar -0,54% dan dolar Singapura sebesar -0,22%.
Dolar AS juga melemah terhadap dua mata uang utama yaitu euro Uni Eropa dan poundsterling Inggris. Terhadap euro, dolar AS melemah -0,16%. Sementara itu, dolar AS melemah -0,24% terhadap poundsterling.
Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro mengatakan penurunan DXY terjadi karena para investor mencerna pernyataan Ketua the Fed Jerome Powell yang menyoroti pelemahan pasar tenaga kerja. Tetapi, kondisi menjadi tak jelas karena pemerintah federal AS mengalami penutupan dan membuat rilis data ekonomi utama tak jadi rilis.
“Pasar juga terus memantau ketegangan perdagangan AS-China menjelang kemungkinan pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping,” ujar Andry.
Dengan data perekonomian yang ada, rupiah hari ini diperkirakan bergerak dalam kisaran Rp 16.542 hingga Rp 16.635 per US$.

