Rupiah Kembali Tergelincir pada Rabu Pagi, Kini di Posisi Rp 16.719 per US$
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Rupiah mengalami pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat pada Rabu (12/11/2025). Posisi rupiah kini melemah sebesar 25 poin atau turun 0,15% ke posisi Rp 16.719 per US$.
Posisi rupiah yang melemah terjadi seiring indeks dolar AS atau DXY yang naik 0,10% ke posisi 99,54. Dolar AS menekan hampir seluruh mata uang di kawasan Asia dan dua mata uang utama.
Dolar AS menguat terhadap euro Uni Eropa dan poundsterling Inggris. Dolar AS menguat 0,02% terhadap euro dan 0,09% terhadap poundsterling.
Sementara itu, dolar AS juga menguat terhadap yen Jepang sebesar 0,12%, won Korea Selatan sebesar 0,47%, dolar Singapura sebesar 0,12%, dan baht Thailand sebesar 0,19%.
Dua mata uang yang bertahan menghadapi tekanan dolar AS di kawasan Asia yaitu ringgit Malaysia dan rupee India. Ringgit menguat 0,27% terhadap dolar AS, sementara itu rupee menguat 0,17%.
Baca Juga
Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro mencermati penguatan dolar AS karena adanya kesepakatan untuk mengakhiri penutupan pemerintahan AS atau government shutdown di senat. Seperti diketahui, Senat AS meloloskan tahap pertama kesepakatan untuk membuka kembali pemerintahan yang menandai akan dibukanya data perekonomian.
Perusahaan swasta AS mencatat rata-rata pemutusan hubungan kerja (PHK) yang terjadi sebanyak 11.250 per pekan, hingga 25 Oktober 2025. Ini menunjukkan pasar tenaga kerja kehilangan momentum pada paruh kedua bulan tersebut.
“Waktu rilis laporan sektor swasta menjadi penting mengingat penutupan pemerintahan yang kini memasuki bulan kedua telah menyebabkan penundaan publikasi ketenagakerjaan resmi dari Departemen Tenaga Kerja AS,” tulis Andry.
Pasar saham Eropa, dalam pantauan Andry, juga menguat. CAC 40 Prancis naik 1,25% menjadi 8.156,23 dan DAX Jerman naik 0,53% menjadi 24.088,06.
Dari dalam negeri, imbal hasil obligasi pemerintah Indonesia tenor 10 tahun turun 1,5 basis poin (bps) menjadi 6,17% sementara imbal hasil obligasi pemerintah dengan USD tenor 10 tahun naik 1,1 bps menjadi 4,8%.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan akan bergerak pada kisaran Rp 16.667 hingga Rp 16.726 per US$.

