Rupiah Dibuka Melemah pada Selasa Pagi ke Posisi Rp 16.622 per US$
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Rupiah dibuka melemah pada perdagangan Selasa (28/10/2025). Rupiah turun -1 poin atau melemah -0,01% di pasar spot pukul 09.15 WIB di posisi Rp 16.622 per US$.
Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro memproyeksikan rupiah akan bergerak dikisaran Rp 16.575 hingga Rp 16.665 per US$.
Berdasarkan Bloomberg, dolar Amerika Serikat (AS) melemah di sejumlah mata uang di kawasan Asia. Dolar AS melemah terhadap yen Jepang sebesar -0,33%, terhadap yuan China melemah -0,09%, dan terhadap dolar Singapura melemah -0,09%.
Dolar AS juga melemah terhadap euro Uni Eropa sebesar -0,14% dan poundsterling Inggris sebesar -0,16%.
Andry menjelaskan sejumlah alasan mengenai posisi rupiah kali ini berhubungan dengan sentimen yng terjadi di pasar saham Amerika Serikat (AS). Indeks Dow Jones dilaporkan menguat 0,71% ke level 47.544,59 dan S&P 500 meningkat 1,23% menjadi 6.875,16 pada Senin (27/10/2025).
Baca Juga
Selain itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun 2,12 basis poin (bps) menjadi 3,98%. Pelemahan terjadi pada indeks dolar AS atau DXY yang melemah 0,17 bps ke 98,78 menjelang pengumuman Federal Open Market Committee (FOMC).
The Fed secara luas diperkirakan akan memangkas suku bunga acuan sebesar 25 bps pada Rabu ini. Pasar juga menantikan sinyal kemungkinan penurunan lanjutan pada Desember 2025.
Pasar saham Eropa ditutup menguat dengan indeks CAC 40 Perancis naik 0,16% ke 8.239,18 dan DAX Jerman meningkat 0,28% ke 24.308,78. Kondisi ini terhubung dengan pembicaraan delegasi China di Brussel, mengenai pembatasan ekspor logam tanah jarang.
Di dalam negeri, upaya Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang mempertimbangkan aturan baru free float saham Indonesia yang menjadi konstituen indeks. MSCI berencana menggunakan data kepemilikan saham bulanan yang diterbitkan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebagai dasar perhitungan free float.
Rencana ini belum final. MSCI masih mengundang masukan dari pelaku pasar hingga 31 Desember 2025. Hasil diskusi akan diumumkan pada 30 Januari 2026 dan diterapkan dalam rebalancing 2026.

