Kurs Rupiah Dibuka Menguat ke Rp 15.434/USD Rabu Pagi
JAKARTA, investortrust.id - Nilai tukar rupiah dalam transaksi antarbank dibuka menguat pada perdagangan Rabu (11/9/2024) pagi. Dilansir Yahoo Finance, kurs rupiah dibuka menguat terhadap dolar Amerika Serikat sebanyak 10 poin, bergerak ke level Rp 15.434/USD.
Penguatan rupiah itu antara lain didorong sentimen di pasar global seperti penurunan yield obligasi pemerintah AS. Mengutip CNBC, imbal hasil US Treasury 10 tahun turun 5 basis poin menjadi 3,648%, dan imbal hasil US Treasury 2 tahun juga turun 6 basis poin menjadi 3,607%.
Baca Juga
Asing Kompak Net Buy Saham dan SBN, Bagaimana Prediksi IHSG Hari Ini?
Imbal hasil US Treasury tercatat relatif lebih stabil setelah jatuh pada minggu lalu, ketika serangkaian rilis pasar tenaga kerja meleset dari perkiraan. Data tersebut juga menyebabkan saham-saham AS terpuruk ke minggu terburuknya tahun ini.
Investor sekarang dengan cermat menunggu rilis data indeks harga konsumen bulan Agustus, yang akan diterbitkan pada hari Rabu ini, untuk melihat apakah inflasi umum akan turun lebih jauh dari angka 2,9% di bulan Juli seperti yang diharapkan. Setelah itu, akan diikuti pengumuman indeks harga produsen pada hari Kamis.
Baca Juga
Prospek Permintaan Melemah, Harga Minyak Dekati Level Terendah 3 Tahun Lalu
Perdebatan pun muncul mengenai apakah The Fed dapat memilih penurunan suku bunga sebesar 50 basis poin dibandingkan penurunan sebesar 25 basis poin pada pertemuan 17-18 September ini. Beberapa analis berpendapat bahwa langkah tersebut akan menunjukkan komitmen The Fed untuk mendukung pertumbuhan lapangan kerja, sementara analis lainnya berpendapat bahwa langkah tersebut tidak perlu dan dapat menimbulkan kepanikan pasar.
FedWatch Tool dari CME Group saat ini mengukur perkiraan pasar untuk penurunan Fed Funds Rate 50 basis poin sebesar 27%, dibandingkan 73% untuk pergerakan yang lebih kecil.

