Ketidakpastian Pilpres dan Data AS Dorong Kurs Rupiah Berbalik Menguat Rabu Pagi
JAKARTA, investortrust.id - Kurs rupiah berbalik bergerak menguat terhadap dolar Amerika Serikat pada Rabu (30/10/2024) pagi. Hal ini seiring pelemahan indeks dolar AS.
Nilai tukar mata uang Garuda terhadap greenback tercatat menguat 50 poin atau 0,32%, ke level Rp 15.709 per dolar AS hingga pukul 10.12 WIB. Namun, merujuk data RTI, rupiah secara year to date masih terdepresiasi 2,04%.
Baca Juga
Bos Kadin Sambut Baik Upaya Prabowo Selamatkan Sritex (SRIL)
Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, pelaku pasar kini mencermati perkembangan dinamika politik AS menjelang pemilu presiden 5 November 2024. Dua capres akan bertarung ketat, yakni mantan Presiden AS Donald Trump dan Wakil Presiden AS Kamala Harris.
Sekitar 45 juta pemilih AS telah mengirimkan suaranya lebih awal lewat kantor pos, karena pemilu diselenggarakan di hari kerja. “Menjelang hari pemungutan suara, ada ketidakpastian atas hasil pilpres yang akan menentukan politik AS empat tahun ke depan,” kata Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi dalam keterangan di Jakarta, dikutip Rabu (30/10/2024).
Baca Juga
Harga Minyak Tergelincir Lebih 3% Pasca Serangan Israel ke Iran
Pasar juga menanti data produk domestik bruto (PDB) kuartal III-2024 negara dengan perekonomian terbesar di dunia itu, yang akan dirilis Kamis besok waktu Indonesia. Data indeks harga Personal Consumption Expenditure (PCE) yang menjadi pengukur inflasi pilihan Federal Reserve (The Fed) dan data penggajian nonpertanian (NFP) juga akan dirilis pada Jumat (1/11/2024), menjelang pertemuan The Fed November.
Data Mixed
Sementara itu, analis pasar keuangan Cheril Tanuwijaya mengatakan, dari sisi rilis data ekonomi AS yang terkini menunjukkan kesimpulan yang mixed terhadap kondisi perekonomian AS. Data tenaga kerja JOLTS September melanjutkan pelemahan sejak bulan lalu.
"Di sisi lain, indeks keyakinan konsumen periode Oktober 2024 justru naik menjelang Pemilu AS, dari 99,2 di September menjadi 108,7. Selanjutnya pasar menanti data ADP non farm dan PDB AS kuartal III-2024 di hari ini (waktu setempat)," kata Cheril saat membeberkan hasil analisis Tim Riset InvestasiKu, Jakarta, Rabu (30/10/2024) pagi.
Sementara itu, indeks dolar tercatat melemah Rabu pagi, berdasarkan data Yahoo Finance. Hingga pukul 10.10 WIB, DXY ini terkoreksi 0,04 poin atau 0,04%. Namun, secara year to date masih menguat 2,9%.

