Rupiah Alami Pelemahan pada Rabu pagi 3 September 2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Rupiah mengalami pelemahan pada Rabu pagi (3/9/2025). Data Bloomberg menunjukkan rupiah melemah 10 poin atau 0,06% ke Rp 16.424 per US$ pukul 09.47 WIB.
Dolar AS tampak mengalami penguatan dibandingkan mata uang negara-negara di Asia. Rupiah menguat terhadap yen Jepang sebesar 0,32%, yuan China sebesar 0,08%, dan dolar Hongkong sebesar 0,03%, serta baht Thailand sebesar 0,26%. Sementara itu, dolar melemah dibandingkan won Korea Selatan sebesar 0,1% dan peso Filipina sebesar 0,06%.
Pelemahan rupiah terjadi seiring penguatan indeks dolar Amerika Serikat (AS) atau DXY. Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro menjelaskan DXY naik di atas 97,8 seiring kembalinya investor dari libur panjang. Para investor juga terus menunggu laporan pasar tenaga kerja pada pekan ini, data yang akan menentukan arah kebijakan the Fed.
“Fokus ada pada rilis data payrolls Agustus pada Jumat, serta data pengangguran, lowongan kerja, dan perekrutan sektor swasta,” kata Andry, dalam keterangan resminya.
Dolar AS, kata Andy, belakangan tertekan karena pasar meningkatkan ekspektasi pemangkasan suku bunga the Fed, meski inflasi masih tinggi. Pelaku pasar memperkirakan 90% kemungkinan the Fed memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) bulan ini.
Baca Juga
Di dalam negeri, PMI Manufaktur Indonesia yang kembali ke atas 51,5 pada Agustus 2025 mengindikasikan pesanan baru yang pulih. Selain itu, tenaga kerja meningkat meski terbatas, mengakhiri tren kehilangan pekerjaan selama tiga bulan dan perusahaan mampu mengendalikan beban kerja akibat backlog turun lima bulan berturut-turut.
“Aktivitas pembelian meningkat, mendorong kenaikan persediaan bahan baku. Waktu pengiriman relatif stabil meski ada keterlambatan pengapalan,” kata dia.
Melihat kondisi ini, Andry memproyeksikan perdagangan rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp 16.380 hingga Rp 16.475 per US$.

