Rupiah Terdepresiasi Sepekan Terakhir, Menkeu: Ada Kesalahpahaman Pasar
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Rupiah mengalami depresiasi selama sepekan terakhir. Kondisi Mata Uang Garuda bergerak pada Rp 16.607 per US$ pada Senin (22/9/2025) menjadi Rp 16.775 per US$ pada Jumat (26/9/2025) atau turun 1,01%.
“Ini kan hanya jangka pendek saja ya. Saya pikir karena ada kesalahpahaman pasar terhadap kebijakan yang, katanya, saya yang menentukan,” kata Purbaya, di kantornya, Jakarta, Jumat (26/9/2025).
Menurut Purbaya, dia tak menetapkan kebijakan untuk suku bunga deposito valas 4% per tahun di perbankan. Sebab, dia selalu memperhitungkan kebijakan yang dibuatnya.
Purbaya bahkan telah berbicara dengan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengenai kerja sama moneter dan fiskal. Masing-masing, kata dia, dapat menjalankan wewenangnya,
Melihat kondisi rupiah yang terdepresiasi, Purbaya yakin tidak akan berdampak signifikan ke APBN 2025. Bahkan, dia optimistis rupiah akan kembali ke level fundamentalnya.
“Apalagi kalau kebijakan uang yang saya masukin ke sistem, mendorong sistem perekonomian,” ujar dia.
Baca Juga
KSSK: Ada yang Semangat Jalankan Ide Presiden, Tanpa Hitung Risiko
Menurut Purbaya, suntikan dana Rp 200 triliun dari pemerintah ke perbankan pelat merah akan mendorong dana asing masuk tidak hanya di pasar kapital tetapi juga ke investasi langsung atau foreign direct investment.
Purbaya yakin investor asing masuk ke Indonesia bukan hanya bunga yang tinggi. Tetapi, prospek ekonomi Indonesia ke depan yang turut menjadi perhatian.
“Mereka (investor) mau ke sini, mau menikmati kue pertumbuhan ekonomi yang ada di sini. Mereka semua profit oriented,” jelas dia.
Rasa optimistis Purbaya muncul karena beberapa pekal lalu, dana asing yang besar masuk ke Tanah Air. Tetapi, keanehan terjadi ketika rupiah melemah.
“Karena yang tadi, ekspektasi yang berbeda dari pelaku pasar domestik, apalagi yang dihembus-hembuskan media, bunga (deposito valas) 4% itu men-trigger keinginan untuk switch dari rupiah ke dolar,” kata dia.

