Rupiah Terdepresiasi ke Posisi Rp 16.208 per Dolar AS
JAKARTA, investortrust.id - Mata uang rupiah kembali melemah melewati angka Rp 16.200/USD meski sempat rebound dalam penutupan perdagangan nilai tukar (kurs) kemarin. Dalam pantauan Jisdor, rupiah melemah ke level Rp 16.208/USD pada penutupan perdagangan Kamis (25/4/2024).
Sementara dalam perdagangan spot antarbank seperti dilansir dari Yahoo Finance, hingga pukul 16.30 WIB mata uang rupiah berada pada posisi Rp 16.185/USD.
Dilansir dari analisis PT Laba Forexindo Berjangka greenback tetap mendekati level tertinggi lima bulan yang dicapai minggu lalu, karena para pedagang terus mengabaikan ekspektasi penurunan suku bunga lebih awal oleh Federal Reserve.
Data ekonomi yang dirilis minggu ini ditetapkan untuk memberikan lebih banyak isyarat mengenai jalur suku bunga.
Data produk domestik bruto AS kuartal pertama yang akan dirilis pada hari Kamis diperkirakan akan menunjukkan apakah ekonomi terbesar di dunia ini tetap tangguh pada awal tahun 2024.
"Yang lebih diawasi adalah data indeks harga PCE ukuran inflasi pilihan The Fed yang akan dirilis pada hari Jumat," kata Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi, dalam keterangan resminya Kamis (25/4/2024).
Data indeks harga PCE yang merupakan ukuran inflasi pilihan Federal Reserve kemungkinan akan memiliki dampak yang lebih besar, mengingat data tersebut terkait langsung dengan prospek bank sentral mengenai suku bunga.
Sementara ia melihat tngginya inflasi dan kuatnya pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) mendorong spekulasi penurunan Fed Funds Rate (FFR) yang lebih kecil dan lebih lama dari prakiraan sejalan pula dengan pernyataan para pejabat Federal Reserve System.
Akibatnya, investor global memindahkan portfolionya ke aset yang lebih aman khususnya mata uang dolar AS dan emas, sehingga menyebabkan pelarian modal keluar dan pelemahan nilai tukar di negara berkembang semakin besar.
"Kondisi ini memerlukan respons kebijakan yang kuat untuk memitigasi dampak negatif terhadap perekonomian di Indonesia," ucapnya.
Seperti diketahui, BI pada April 2024 memutuskan untuk menaikan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 bps atau menjadi 6,25 persen. Adapun, suku bunga Deposit Facility dan Lending Facility juga naik 25 bps, masing-masing menjadi sebesar 5,5 persen dan 7 persen.

