Rupiah Awali Hari dengan Pelemahan, Pasar Tunggu Sinyal The Fed
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Nilai tukar rupiah dibuka melemah tipis ke Rp 16.265 per dolar AS pada Selasa (26/8/2025) pukul 09.06 WIB. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah melemah 6 poin atau 0,04% dibandingkan penutupan perdagangan Senin (25/8/2025) di Rp 16.259 per dolar AS.
Kepala Ekonom PT Bank Mandiri Tbk Andry Asmoro memperkirakan nilai tukar rupiah bergerak pada kisaran Rp 16.215 hingga Rp 16.285 sepanjang hari ini. Menurutnya, dinamika rupiah masih dipengaruhi arah kebijakan moneter Amerika Serikat (AS) dan pergerakan pasar global.
Pasar saham AS ditutup melemah pada Senin (25/8/2025) waktu setempat. Indeks Dow Jones terkoreksi 0,77% ke 45.282,47 dan S&P 500 turun 0,43% ke 6.439,32. Di sisi lain, imbal hasil obligasi Pemerintah AS tenor 10 tahun naik 2,14 basis poin menjadi 4,28%.
Baca Juga
Kenaikan imbal hasil tersebut terjadi setelah Gubernur Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell memberi sinyal pemangkasan suku bunga pada rapat September 2025. Powell menekankan pelemahan pasar tenaga kerja dapat menjadi pertimbangan utama, meski inflasi tetap menjadi fokus kebijakan.
“Gubernur The Fed menyampaikan pada Jumat (22/8/2205) lalu bahwa bukti pelemahan pasar tenaga kerja dapat menjadi alasan untuk penyesuaian suku bunga dalam rapat September 2025,” ujar Andry dalam keterangan resminya kepada Investortrust.id, Selasa (26/8/2025).
Faktor fundamental AS
Selain faktor kebijakan moneter, data ekonomi AS juga menjadi perhatian. Izin pembangunan rumah pada Juni 2025 turun 2,2% menjadi 1,362 juta unit, meski direvisi lebih tinggi dari perkiraan awal 1,354 juta unit. Namun angka ini tetap menjadi level terendah sejak Juni 2020.
Menurut Andry, data tersebut menambah sinyal perlambatan ekonomi AS yang dapat mendorong The Fed mengambil langkah lebih akomodatif dalam kebijakan suku bunga.
Baca Juga
Sinyal Pemangkasan Suku Bunga AS, Rupiah Diproyeksi Menguat Senin 25 Agustus 2025
Di Eropa, pasar saham ditutup melemah pada Senin (25/8/2025). Indeks CAC 40 Prancis turun 1,59% ke 7.843,04 dan DAX Jerman terkoreksi 0,37% ke 24.273,12.
Sementara itu, data Bloomberg menunjukkan dolar AS masih perkasa terhadap sebagian besar mata uang Asia pada Selasa pagi. Dolar menguat terhadap peso Filipina sebesar 0,10%, ringgit Malaysia 0,14%, dan yuan China 0,01%. Namun, dolar AS justru melemah terhadap dolar Hong Kong sebesar 0,03% dan yen Jepang 0,26%.
Dari dalam negeri, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Senin (25/8/2025) menguat 0,87% ke 7.926,91, atau naik 12% sepanjang tahun berjalan. Arus masuk bersih investor asing tercatat sebesar Rp 731,4 miliar, meski secara kumulatif sepanjang tahun masih terjadi arus keluar Rp 51,7 triliun.
Imbal hasil obligasi Pemerintah Indonesia tenor 10 tahun turun 5,7 basis poin menjadi 5,1%. Pergerakan ini menunjukkan adanya minat investor pada aset pendapatan tetap domestik di tengah ketidakpastian global.

