Yield Treasury AS Turun, Pasar Tunggu Sinyal Baru dari The Fed
Poin Penting
- Imbal hasil Treasury AS turun di tengah kebuntuan politik dan shutdown pemerintah.
- Penundaan rilis data ekonomi utama membuat pasar kehilangan arah.
- Investor menanti pidato Gubernur Stephen Miran dan Ketua Jerome Powell pekan ini.
- Ekspektasi pemangkasan suku bunga tetap tinggi meski The Fed bersikap hati-hati.
NEW YORK, investortrust.id - Imbal hasil obligasi pemerintah (Treasury) AS turun pada Selasa (7/10/2025), seiring ketidakpastian yang terus membayangi pasar keuangan akibat kebuntuan antara Partai Republik dan Demokrat yang telah menutup sebagian operasi pemerintahan sejak awal Oktober.
Baca Juga
Imbal hasil Treasury tenor 10 tahun turun lebih dari 3 basis poin ke level 4,13%, sementara obligasi tenor 30 tahun merosot ke 4,73%. Yield surat utang jangka pendek dua tahun juga turun lebih dari 2 basis poin menjadi 3,57%, menunjukkan sikap hati-hati investor menjelang komentar pejabat The Fed.
Ketiadaan data ekonomi akibat “data blackout” selama shutdown memperburuk situasi. Laporan pekerjaan September yang semestinya dirilis Jumat lalu ditunda, membuat investor kehilangan pijakan dalam menilai arah kebijakan suku bunga.
Baca Juga
Kepercayaan Konsumen AS Merosot, ‘Shutdown’ Ancam ‘Blackout’ Data Ekonomi
Ian Lyngen, Kepala Strategi Suku Bunga AS di BMO Capital Markets, mengatakan ketiadaan data menempatkan The Fed dalam posisi dilematis. “Tanpa data baru, sulit bagi FOMC untuk mengubah tempo pemangkasan suku bunga atau menunda normalisasi kebijakan,” ujarnya, seperti dikutip CNBC.
Pasar kini menanti komentar penting dari pejabat Fed, termasuk Gubernur Stephen Miran yang dijadwalkan berbicara Rabu, serta Ketua Jerome Powell pada Kamis. Pernyataan keduanya akan menjadi panduan baru bagi pelaku pasar yang mulai memprediksi dua kali pemangkasan suku bunga lagi sebelum akhir tahun.
Kebuntuan politik di Washington dan absennya kejelasan fiskal menambah beban pada pasar obligasi, yang kini menjadi barometer kekhawatiran global terhadap stabilitas ekonomi AS.

