Rupiah Terkoreksi di Awal Sesi Efek The Fed Tahan Suku Bunga dan Penguatan Dolar
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Nilai tukar (kurs) rupiah tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Kamis (31/7/2025) pagi setelah The Fed mempertahankan suku bunga acuan.
Dilansir Bloomberg, kurs rupiah merosot 32 poin (0,20%) ke level Rp 16.437 per dolar AS.
Baca Juga
Hujan Sentimen di AS, Bikin Kurs Rupiah Tertekan dari Dolar Awali Pekan
Menurut Chief Economist PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Andry Asmoro, pergerakan rupiah tak lepas dari keputusan The Fed mempertahankan suku bunga, data produk domestik bruto (PDB) terbaru, dokumen pasokan utang, dan perkembangan perdagangan.
Indeks dolar AS (DXY) menguat ke 99,8, menandai sesi penguatan kelima berturut-turut, seiring pedagang bereaksi terhadap keputusan kebijakan The Fed.
“Sesuai perkiraan, The Fed mempertahankan suku bunga dana federal di kisaran 4,25%–4,5%, dan dalam konferensi pers rutin, Ketua The Fed Powell mengatakan belum ada keputusan terkait September,” kata Andry dalam keterangannya, Kamis (31/7/2025).
Baca Juga
The Fed juga menahan diri memberikan sinyal pergerakan ke depan, dengan alasan ketidakpastian prospek ekonomi, meskipun Bowman dan Waller, kandidat terdepan yang akan dicalonkan sebagai ketua The Fed tahun depan, tidak setuju melakukan pemungutan suara pemotongan suku bunga

