Rupiah Anjlok pada Kamis Pagi Setelah The Fed dan BI Tahan Suku Bunga
JAKARTA, investortrust.id - Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) merosot pada perdagangan Kamis (19/6/2025) pagi setelah Federal Reserve (The Fed) dan Bank Indonesia (BI) kompak mempertahankan suku bunga acuan.
Berdasarkan data Bloomberg pukul 09.45 WIB, kurs rupiah terdepresiasi atau melemah 53 poin (0,33%) ke level Rp 16.366 per dolar AS.
Kepala Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Andry Asmoro mengungkap, investor telah mengantisipasi satu penurunan suku bunga acuan The Fed pada tahun ini. "Pada saat yang sama, The Fed memproyeksikan inflasi lebih cepat dan pertumbuhan lebih lambat untuk tahun ini dan tahun depan," tulis Andry dalam laporannya, Kamis (19/6/2025).
Baca Juga
Aliran Dana Asing Bikin Rupiah Menguat, BI Ungkap SBN dan DHE SDA Jadi Kunci
The Fed tidak mengubah suku bunga Fed Fund Rate di level 4,25%–4,50% pada pertemuan keempat berturut-turut Juni 2025, sesuai ekspektasi. Pejabat Fed mengambil sikap hati-hati mengevaluasi dampak ekonomi kebijakan Presiden AS Donald Trump, khususnya terkait tarif, imigrasi, dan perpajakan.
Para pejabat juga mencatat bahwa ketidakpastian prospek ekonomi telah berkurang, tetapi tetap tinggi. Meski demikian, The Fed memproyeksikan dua penurunan suku bunga hingga akhir tahun ini. Selain itu, turun seperempat poin persentase pada 2026 dan 2027.
Dalam proyeksi terbarunya, The Fed menurunkan perkiraan pertumbuhan PDB AS 2025 menjadi 1,4% dibanding 1,7% pada yang dirilis Maret. Sementara untuk 2026 turun menjadi 1,6% dari 1,8%, serta estimasi 2027 tidak berubah pada 1,8%.
Sementara itu indeks dolar (DXY) sedikit turun ke 98,6 pada Rabu (18/6/2025) waktu setempat, karena para pedagang menilai keputusan kebijakan moneter terbaru dari The Fed.
Baca Juga
Jelang Rilis BI Rate dan Data Ekonomi AS, Rupiah Rabu (18/6) Pagi Tertekan!
Sedangkan dari dalam negeri, BI memutuskan mempertahankan suku bunga acuan, BI rate pada level 5,50% dalam rapat dewan gubernur (RDG) periode Juni 2025. Keputusan tersebut disampaikan Gubernur BI Perry Warjiyo.
Selain mempertahankan BI rate, suku bunga deposit facility juga dipertahankan pada level 4,75% dan suku bunga lending facility dipertahankan di level 6,25%.

