Gubernur BI: Alhamdulillah, Rupiah Menguat Setelah The Fed Tahan Suku Bunga
JAKARTA, Investortrust.id - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo bersyukur Bank Sentral Amerika Serikat Federal Reserve (The Fed) menahan tingkat suku bunga acuannya. Imbas dari keputusan itu segera berdampak terhadap nilai tukar rupiah.
“Pascapernyataan dari The Fed, alhamdulillah rupiah menguat,” kata Perry, saat menyampaikan hasil rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) Jumat (3/11/2023).
Baca Juga
BI: Sektor Keuangan RI Punya Ketahanan Hadapi Buruknya Ekonomi Global
Selain bersyukur atas keputusan The Fed yang menahan suku bunga di level 5,25-5,50%, Perry juga mencermati pesan Kepala The Fed, Jerome Powell mengenai tujuan kenaikan yield US Treasury untuk membantu pengendalian inflasi dari sisi moneter.
“Perlu kita cermati, meskipun hawkish,” ujar dia.
Perry menduga Fed Fund Rate masih akan mengalami kenaikan pada Desember 2023. Dia menyebut dugaan peningkatan ini muncul karena permintaan agregat tidak hanya dari sisi moneter, tapi juga kenaikan yield US Treasury.
“Itu mengerem juga permintaan agregat sehingga bisa membantu sinergi untuk pengendalian inflasi ke depan,” ucap dia.
Baca Juga
Perry mengatakan, koordinasi antara sektor moneter dan fiskal berjalan cukup preemptive dan dilakukan dengan cara forward looking.
“Ketika BI Rate dinaikkan, Bu Menteri (Keuangan) koordinasi bagaimana menjaga nilai tukar rupiah, tapi juga menjaga pasar uang, pasar SBN, pembiayaan defisit fiskal, sampai tidak hanya di tingkat menteri, di tingkat dirjen, sampai di tingkat departemen terus koordinasi tiap pekan,” ujar dia.
Dari data yang diperoleh investortrust.id pada Jumat (3/11/2023), rupiah melanjutkan penguatan menjadi Rp 15.825 per dolar AS. Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat pagi menguat sebesar 0,19 persen atau 30 poin menjadi Rp 15.825 per dolar AS, dari sebelumnya Rp 15.855 per dolar AS. (CR-7)

