Rupiah Tergelincir usai BI Pertahankan Suku Bunga
JAKARTA, investortrust.id - Kurs rupiah tergelincir dalam penutupan perdagangan hari Rabu (23/4/2025), tepat usai Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan sebesar 5,75%. Berdasarkan data Jisdor BI, kurs rupiah melemah 18 poin (0,10%) ke level Rp 16.880 per dolar Amerika Serikat.
Pada perdagangan valas di pasar spot yang dihimpun Yahoo Finance, kurs rupiah bergerak melemah 10 poin (0,06%) ke level Rp 16.859 per dolar AS. Sebelumnya, kurs rupiah ditutup pada level Rp 16.849 per dolar AS kemarin.
Menurut Presiden Komisaris HFX International Berjangka Sutopo Widodo, keputusan BI untuk menahan suku bunga pada sore ini kemungkinan ditujukan untuk memberikan stabilitas pada rupiah dalam menghadapi tantangan global. Meski keputusan ini dapat memberikan sedikit dukungan, pergerakan rupiah akan terus dipengaruhi oleh sentimen pasar internasional yang lebih luas dan kekuatan dolar AS.
"Investor akan mencari indikator ekonomi domestik yang positif dan berkelanjutan serta lingkungan global yang lebih stabil, untuk rupiah mengalami penguatan yang signifikan dan berkelanjutan," katanya kepada Investortrust, Jakarta, Rabu (23/04/2025).
Baca Juga
Indeks Dolar dan RupiahMelemah
Analis pasar uang itu menyoroti, secara keseluruhan prospek nilai tukar rupiah masih relatif melemah. Ia menyayangkan meskipun dolar cenderung menunjukkan pelemahan terhadap mata uang dunia, nilai tukar mata uang Garuda tetap berpotensi melemah.
"Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor. Ini antara lain kondisi ekonomi domestik, sentimen pasar global, minat terkait risiko yang berubah-ubah, serta sikap kebijakan moneter yang relatif dan persepsi pasar," ujarnya.
Siang ini, Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menahan suku bunga acuan atau BI Rate pada level 5,75%. Selain suku bunga acuan, BI juga menahan suku bunga Deposit Facility 5,00% dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,50% pada April 2025.
"Rapat dewan gubernur Bank Indonesia pada tanggal 22 dan 23 April 2025 memutuskan untuk mempertahankan BI Rate sebesar 5,75%," kata Gubernur BI Perry Warjiyo di Jakarta, Rabu (23/04/2025) secara daring.
Baca Juga
Menurut Perry, keputusan tersebut sejalan dengan upaya BI menjaga prakiraan inflasi 2025 dan 2026 yang tetap terkendali dalam sasaran 2,5±1%. Selain itu, guna mempertahankan stabilitas nilai tukar rupiah yang sesuai dengan fundamental di tengah ketidakpastian global yang tinggi, serta turut mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
"Ke depan, BI terus mencermati ruang penurunan BI Rate lebih lanjut. Ini dengan mempertimbangkan stabilitas nilai tukar rupiah dan terkendalinya inflasi," ujarnya.

