Analis Prediksi Harga Bitcoin Akan Pulih Usai The Fed Pertahankan Suku Bunga
JAKARTA, investortrust.id - Usai The Fed mengambil langkah untuk mempertahankan suku bunga, harga Bitcoin diperkirakan akan bergerak ke arah yang diharapkan. Trader ternama dan Analis Rekt Capital mengungkapkan, kripto akan mengikuti tren serupa usai halving Bitcoin pada 2016.
“Bitcoin sekali lagi mengulangi sejarah tahun 2016 dalam siklus ini, usai beberapa waktu sebelumnya mengalami penurunan di bawah kisaran akumulasi ulah rendah saat ini,” ujarnya seperti dikutip Cointelegraph, Jumat (3/5/2024).
Seperti diketahui, Bank Sentral Amerika Serikat atau The Federal Reserve atau The Fed melalui Rapat Dewan Kebijakan The Fed (FOMC), Kamis (1/5/2024), memutuskan untuk tetap mempertahankan suku bunga acuan di level 5,25-5,55%.
Baca Juga
JP Morgan: Penjualan Pasar Kripto Didorong oleh Investor Ritel
Beberapa menit usai pengumuman suku bunga The Fed, harga Bitcoin menguat 3% dalam 24 jam terakhir yakni berada di level US$ 59.077. Penguatan berlanjut ke level US$ 59.417 pada hari berikutnya (2/5/2024). Hal yang sama terjadi hari ini, Jumat (3/5/2024) pukul 9.35 WIB menjadi US$ 59.693 atau menguat 4,38% dalam 24 jam terakhir.
Analis Rekt Capital melanjutkan, setelah peristiwa halving pada 2016, rentang akumulasi ulang Bitcoin mengalami koreksi hingga 17% yang berlangsung selama tiga minggu. Oleh karena itu, pelemahan Bitcoin masih akan terus berlanjut dalam beberapa waktu ke depan, sebelum akhirnya meningkat.
Baca Juga
ETF Bitcoin Spot AS Catat Arus Keluar 5 Hari Berturut, Totalnya Tak Main-main
Peningkatan tersebut tentunya mempertimbangkan nilai pemegang jangka pendek terhadap nilai realisasi yang menurut data sentimen saat ini berada di -6%.
Rasio ini pada dasarnya membandingkan harga saat ini saat Bitcoin diperdagangkan dengan harga rata-rata saat koin terakhir dipindahkan.

