Pemerintah Tarik Utang Baru Rp 12 Triliun dari Penerbitan SBN
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan penarikan utang baru melalui lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) pada 15 April 2025. Dari hasil lelang yang tercatat Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (DJPPR Kemenkeu) terdapat Rp 36,13 triliun penawaran yang masuk untuk tujuh SBSN.
“Total yang dimenangkan dari tujuh seri yang ditawarkan tersebut adalah Rp 12 triliun,” tulis DJPPR Kemenkeu, diakses Rabu (16/4/2025).
SBSN yang paling banyak menarik perhatian investor yaitu seri Project Based Sukuk (PBS) 003. Penawaran PBS003 masuk Rp 11,3 triliun atau bid to cover ratio mencapai 3,32x.
Meski penawarannya tinggi, pemerintah hanya menarik Rp 3,4 triliun. Sementara, PB003 memiliki tingkat imbalan 6,00000% yang akan diberikan pada 15 Januari dan 15 Juli tiap tahun. Seri ini memiliki tanggal jatuh tempo pada 15 Januari 2027.
Baca Juga
Pemerintah Kembali Ngutang Rp 30 Triliun dari Lelang 8 Seri SUN
Penawaran kedua terbesar yang masuk yaitu untuk seri PBS030 dengan besaran Rp 8,32 triliun. Pemerintah hanya menarik Rp 4,5 trilun untuk seri ini. Seri PBS030 memiliki tingkat imbalan 5,87500% dengan tanggal jatuh tempo 15 Juli 2028.
Seri PBS038 memiliki penawaran sebesar Rp 4,06 triliun. Pemerintah hanya memenangkan sebesar Rp 1,5 triliun. Seri ini memiliki tanggal jatuh tempo pada 15 Desember 2049 dengan tingkat imbalan 6,87500%.
Seri PBS034 mendapatkan penawaran sebesar Rp 2,16 triliun. Kemenkeu hanya menenangkan Rp 0,3 triliun. Seri ini memiliki tingkat imbalan sebesar 6,50000% dengan jatuh tempo 15 Juni 2039.
Satu seri lainnya yang ditawarkan berupa sukuk untuk proyek hijau atau Project Based Sukuk Green (PBSG). Terdapat penawaran sebesar Rp 2,02 triliun dengan total yang dimenangkan Rp 1 triliun. Seri ini punya tingkat imbalan sebesar 6,62500% dengan jatuh tempo 15 September 2029.
Satu seri yang masuk dalam penawaran yaitu Surat Perbendaharaan Negara Syariah (SPSN) 12012026. Penawaran yang masuk untuk seri ini yaitu Rp 5,84 triliun. Pemerintah memenangkan Rp 1,3 triliun dengan besaran tingkat imbalan diskonto. Tanggal jatuh tempo untuk seri ini yaitu 12 Januari 2026.
Sementara itu, satu seri SPSN13102025 tidak dimenangkan oleh pemerintah. Penawaran yang masuk untuk seri ini sebesar Rp 2,42 triliun.

