Baru Awal Tahun, Pemerintah Tarik Rp 40 Triliun dari Lelang SBN
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Pemerintah mengawali tahun 2026 dengan menggelar lelang perdana Surat Berharga Negara (SBN) pada 6 Januari 2026. Dalam lelang tersebut, minat investor tercatat cukup kuat dengan total penawaran masuk mencapai Rp 90,96 triliun. Dari jumlah penawaran tersebut, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan menetapkan penarikan dana sebesar Rp 40 triliun.
Pada lelang perdana tahun ini, pemerintah menawarkan sembilan seri surat utang yang terdiri dari tiga seri Surat Perbendaharaan Negara (SPN) dan enam seri obligasi negara dengan kupon tetap atau Fixed Rate (FR). Ketiga seri SPN yang dilelang adalah SPN 01260207, SPN 03260408, dan SPN 12270107, sementara enam seri FR yang ditawarkan meliputi FR 0109, FR 0108, FR 0106, FR 0107, FR 0102, dan FR 0105.
Seri SPN 01260207 mencatatkan penawaran masuk sebesar Rp 6,8 triliun. Dari jumlah tersebut, pemerintah memenangkan nominal Rp 2,4 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang sebesar 4,63%. Selanjutnya, SPN 03260408 memperoleh penawaran sebesar Rp 8,95 triliun, dengan nominal yang dimenangkan Rp 1,75 triliun dan imbal hasil rata-rata tertimbang 4,7%. Adapun SPN 12270107 menjadi seri SPN dengan penawaran tertinggi, yakni Rp 17,04 triliun, dan dimenangkan sebesar Rp 5 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 4,82%.
Baca Juga
Selama Semester I-2025, Kemenkeu Optimistis dengan Kinerja Lelang SBN
Di kelompok obligasi negara seri FR, FR 0109 mencatat penawaran sebesar Rp 10,78 triliun. Pemerintah menarik dana Rp 6,55 triliun dari seri ini dengan imbal hasil yang dimenangkan sebesar 5,435%. Seri FR 0108 mendapat penawaran masuk Rp 14,94 triliun, dengan nominal yang dimenangkan Rp 7,3 triliun dan imbal hasil rata-rata 6,5%. Sementara itu, FR 0106 memperoleh penawaran Rp 16,35 triliun dan dimenangkan sebesar Rp 5,4 triliun dengan imbal hasil rata-rata 6,359 persen.
Seri FR 0107 mencatatkan penawaran masuk sebesar Rp 7,67 triliun. Dari seri ini, pemerintah memenangkan Rp 5,2 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,488%. FR 0102 memperoleh penawaran Rp 4,55 triliun dengan nilai yang dimenangkan Rp 3,05 triliun dan imbal hasil rata-rata 6,699%. Adapun FR 0105 menerima penawaran sebesar Rp 3,86 triliun, dengan nominal yang dimenangkan Rp 3,35 triliun dan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,748%.
Hasil lelang perdana SBN tersebut mencerminkan strategi pembiayaan pemerintah di awal tahun anggaran 2026, sekaligus menunjukkan kepercayaan investor terhadap instrumen surat utang negara. Dengan realisasi penarikan dana Rp 40 triliun, pemerintah memperoleh ruang fiskal awal untuk mendukung pembiayaan APBN, seiring pengelolaan utang yang tetap memperhatikan kondisi pasar dan biaya pembiayaan yang efisien.

