Awal September 2024, Pemerintah Tarik Rp 22 Triliun dari Lelang 7 Seri SUN
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah memenangkan Rp 22 triliun dari lelang tujuh seri Surat Utang Negara (SUN) yang digelar pada 3 September 2024.
“Total penawaran yang masuk sebesar Rp 45,48 triliun,” tulis Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, Selasa (3/9/2024).
Tujuh seri SUN yang dilelang yakni SPN03241204 (new issuance), SPN12250904 (new issuance), FR0104 (reopening), FR0103 (reopening), FR0098 (reopening), FR0097 (reopening) dan FR0102 (reopening) melalui sistem lelang Bank Indonesia (BI).
Seri FR0104 menjadi seri SUN yang paling banyak menggoda investor. Penawaran yang masuk di seri SUN ini yaitu Rp 15,16 triliun dengan total dimenangkan Rp 8,7 triliun. Seri FR0104 tersebut memiliki tingkat kupon sebesar 6,50000% dengan jatuh tempo pada 15 Juli 2030.
Baca Juga
Tekan Beban Bunga, Timah (TINS) Lunasi Surat Utang Rp 806 Miliar lewat Pinjaman dari BCA
Selain itu, seri FR0103 juga mendapat penawaran tinggi sebesar Rp 14,31 triliun. Pemerintah memenangkan sebesar Rp 9,25 triliun. Seri FR0103 memiliki tingkat kupon 6,75000% dengan jatuh tempo 15 Juli 2035.
Pemerintah juga mendapatkan penawaran besar untuk seri FR0097. Penawaran untuk seri ini yaitu Rp 4,21 triliun. Pemerintah memenangkan Rp 1,9 triliun. Seri ini memiliki tingkat kupon sebesar 7,12500% dengan jatuh tempo 15 Juni 2043.
Seri FR0102 mendapat penawaran sebesar Rp 3,04 triliun. Pemerintah memenangkan Rp 1,45 triliun. Seri ini memiliki tingkat kupon 6,87500% dengan jatuh tempo 15 Juli 2054.
Baca Juga
Pemerintah Akan Lelang 8 Surat Utang Negara, Targetkan Rp 33 Triliun
Seri FR0098 mendapat penawaran sebesar Rp 3,18 triliun. Pemerintah memenangkan Rp 0,7 triliun untuk seri ini. Seri ini memiliki tingkat kupon 7,12500% dengan jatuh tempo 15 Juni 2038.
Sementara itu, dua seri baru yaitu SPN03241204 dan SPN12250904 masing-masing mendapat penawaran sebesar Rp 2,04 triliun dan Rp 3,52 triliun. Dua seri SUN baru ini memiliki kupon diskonto dengan tanggal jatuh tempo masing-masing 4 Desember 2024 dan 4 September 2025.

