Rupiah Ditutup Tergelincir Tipis, Pengamat Ungkap Ini
JAKARTA, investortrust.id- Nilai tukar rupiah ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat dalam perdagangan valas, Kamis (13/02/2025) sore. Jisdor Bank Indonesia (BI) mencatat, mata uang rupiah tergelincir tipis 1 poin (0,02%) ke level Rp 16.365 per dolar AS.
Sementara dalam perdagangan di pasar spot valas yang dipantau Yahoo Finance, mata uang Garuda bergerak menguat 9 poin (0,06%) ke level Rp 16.350 per dolar AS. Pada perdagangan hari sebelumnya, mata uang Garuda berada di posisi Rp 16.359 per dolar AS.
Pengamat pasar uang Sutopo Widodo mengungkap, pelemahan nilai tukar rupiah saat ini lantaran ketidakpastian ekonomi global yang terus berlanjut. "Tensi menguat, sehingga investor mencari aset yang cenderung safe-haven. Hal itu memaksa pelemahan rupiah," kata Sutopo kepada Investortrust, Jakarta, Kamis (13/02/2025).
Perkembangan rupiah terhadap USD berdasarkan kurs Jisdor BI dalam lima tahun terakhir, hingga 12 Februari 2025. Infografis: Diolah Riset Investortrust.
Presiden Komisaris HFX International Berjangka itu membeberkan, sorotan pasar juga tertuju terhadap pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell. Ia menyebut pernyataan Powell yang cenderung hawkish turut menarik investor ke dolar AS.
"Di sisi lain, fluktuasi harga komoditas global memengaruhi pendapatan ekspor Indonesia. Ini juga memengaruhi nilai tukar rupiah," ujarnya.
Sedangkan dari dalam negeri, kata dia, terjadi defisit transaksi berjalan Indonesia. Impor barang dan jasa yang lebih tinggi dibanding ekspor akan mendorong penurunan cadangan devisa dan melemahkan rupiah.