Kurs Rupiah Tergelincir Tipis Kamis
JAKARTA, investortrust.id - Kurs rupiah kembali melemah dalam penutupan perdagangan hari Kamis (24/04/2025) ini. Data Jisdor Bank Indonesia (BI) mencatat, kurs rupiah tergelincir tipis 4 poin (0,02%) ke level Rp 16.884 per dolar AS. Rupiah hari sebelumnya juga melemah di level Rp 16.880 per dolar AS. Secara year to date, rupiah sudah terdepresiasi 4,50%.
Pada perdagangan di pasar spot valas yang dilansir Yahoo Finance, kurs rupiah bergerak melemah 16 poin (0,09%) ke level Rp 16.875 per dolar AS. Pada perdagangan hari sebelumnya, kurs rupiah melemah ke posisi Rp 16.859 per dolar AS.
Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menuturkan, sentimen pasar hari ini tidak lepas dari Presiden AS Donald Trump yang baru saja mengemukakan prospek pengurangan bea masuk yang tinggi terhadap Cina. "Namun, kurang kejelasan komentar Trump ini. Ditambah, ada pernyataan kurang optimistis dari pejabat lain, di tengah meningkatnya ketidakpastian atas ekonomi AS dan perang dagang yang sengit antara Washington dan Beijing," kata Ibrahim dalam keterangan di Jakarta, Kamis (24/04/2025).
Baca Juga
Merusak Optimisme atas Deeskalasi AS-China
Trump akhirnya mengatakan ia dapat menurunkan tarif atas Cina yang tinggi, hingga 145% terhadap Tiongkok. Namun, langkah tersebut akan bergantung pada Tiongkok yang datang ke meja perundingan, sebuah skenario yang tidak begitu diminati Beijing untuk dilaksanakan. Cina pun membalas dengan tarif 125% terhadap produk AS dan hanya menunjukkan sedikit tanda-tanda akan mundur.
"Komentar dari anggota pemerintahan Trump lainnya juga merusak optimisme atas deeskalasi AS-Cina," sebut Ibrahim.
Baca Juga
Menteri Keuangan Scott Bessent memperingatkan bahwa pembicaraan perdagangan dengan Cina bisa jadi sulit, dan bahwa AS kemungkinan perlu memangkas tarif terlebih dahulu sebelum terlibat dengan Beijing. Para pedagang tetap waspada atas potensi dampak tarif resiprositas Trump, bahkan ketika sebuah laporan menunjukkan ia dapat menawarkan beberapa pengecualian kepada para produsen mobil.
Selain itu, ada ketegangan dalam diskusi gencatan senjata Rusia dan Ukraina yang ditengahi AS, terutama ketika Moskow meluncurkan serangan pesawat nirawak dan rudal yang mematikan di Kyiv pada hari Rabu. Hal ini terjadi ketika Trump mengecam Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy atas keberatannya terhadap pendudukan Rusia di Krimea pada tahun 2014.
Wakil Presiden Trump JD Vance memperingatkan bahwa AS dapat keluar dari perundingan gencatan senjata, sementara beberapa pejabat tinggi AS menarik diri dari perundingan gencatan senjata di London minggu ini.

