Kurs Rupiah Tergelincir Kamis Siang usai Tren Menguat
JAKARTA, investortrust.id - Mata uang rupiah tergelincir dalam perdagangan Kamis (15/8/2024). Dilansir Yahoo Finance, hingga pukul 11.00 WIB, mata uang Garuda bergerak melemah 20 poin ke level Rp 15.694/USD terhadap dolar Amerika Serikat, dibanding kemarin di posisi Rp 15.674/USD.
Sementara itu, Kepala Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Andry Asmoro mengatakan, laporan Consumer Price Index (CPI) terbaru mengonfirmasi inflasi AS mulai menurun ke level yang lebih normal. Hal ini memberi ruang bagi The Fed untuk segera memangkas suku bunga acuan negara dengan perekonomian terbesar di dunia itu.
Data CPI mengungkapkan kenaikan harga konsumen sebesar 2,9% yoy untuk Juli 2024. Ini menandai pertama kalinya sejak 2021 inflasi utama turun di bawah 3%. Investor kini menanti data penjualan ritel AS pada hari Kamis untuk arahan lebih lanjut.
"Sebelumnya, kurs Bank Mandiri mencatat rupiah pada Rabu (14/8/2024) terapresiasi sebesar 0,98% menjadi Rp 15.678/USD. Namun, masih terdepresiasi sebesar 1,83% year to date hingga kemarin," kata Andry dalam keterangan di Jakarta, Kamis (15/8/2024).
Baca Juga
Neraca Perdagangan RI Juli Surplus Tipis US$ 0,47 Miliar, Defisit Migas Naik
Ia menjelaskan, indeks dolar turun ke 102,2 pada hari Rabu kemarin, kembali ke level terendah yang tidak terlihat sejak pertengahan Januari 2024. Hal itu didorong laporan CPI AS secara umum sejalan dengan ekspektasi, dan terus menunjukkan tren disinflasi yang ringan.
"Sedangkan untuk perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kemungkinan akan bergerak pada kisaran Rp 15.623/USD dan 15.720/USD," paparnya.

