Indeks Dolar Menguat, Kurs Rupiah Tergelincir ke Rp 15.421/USD
JAKARTA, investortrust.id - Indeks dolar Amerika Serikat (AS) yang menguat mendorong nilai tukar rupiah melemah dalam perdagangan hingga Kamis (12/9/2024) sore. Jisdor Bank Indonesia (BI) mencatat, kurs rupiah tergelincir ke level Rp 15.421/USD dalam penutupan perdagangan hari ini, dibanding hari sebelumnya yang sempat bertengger di posisi Rp 15.415/USD.
Dilansir Yahoo Finance, mata uang Garuda bergerak melemah terhadap greenback dalam transaksi antarbank hingga pukul 15.45 WIB. Kurs rupiah terdepresiasi 29 poin ke level Rp 15.424/USD, dibanding pada penutupan perdagangan sebelumnya di posisi Rp 15.395/USD.
"Pergerakan indeks dolar yang menguat sepanjang hari ini tidak lepas dari fundamental ekonomi AS. Data inflasi indeks harga konsumen inti terbaca lebih tinggi dari yang diharapkan untuk bulan Agustus. Sementara inflasi IHK utama masih mereda, pembacaan inti menunjukkan bahwa inflasi mungkin terbukti lebih kuat dari yang diharapkan sebelumnya. Hal itu mengharuskan pemotongan suku bunga yang lebih kecil dari The Fed," kata Ibrahim dalam keterangan di, Jakarta, Kamis (12/9/2024).
Baca Juga
IHSG Ditutup Menguat 37 Poin, Saham Emiten Data Center EDGE dan DCII Kompak ARA
Taruhan bahwa bank sentral AS akan memangkas suku bunga hanya sebesar 25 basis poin ketika bertemu minggu depan meningkat secara substansial setelah rilis data Rabu. Sementara, CME Fedwatch menunjukkan, taruhan pada pemotongan Fed Funds Rate 50 bps berkurang lebih dari setengahnya.
Sebelum pertemuan The Fed minggu depan, lanjut dia, fokus trader pada data inflasi indeks harga produsen yang akan dirilis pada Kamis malam, untuk isyarat lebih lanjut tentang inflasi di negara dengan perekonomian terbesar di dunia itu. "Prospek pemotongan suku bunga yang lebih kecil menjadi pertanda buruk bagi mata uang yang melawan dolar AS, mengingat skenario seperti itu menandakan kondisi moneter AS yang lebih ketat untuk waktu yang lebih lama," paparnya.
Selain itu, investor menunggu keputusan suku bunga Bank Sentral Eropa yang akan diumumkan hari ini. ECB akan bertemu pada pukul 12.15 GMT pada hari Kamis, di mana secara luas diharapkan akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin.
"Pasar akan lebih fokus pada komentar Presiden ECB Christine Lagarde, yang akan dirilis pada pukul 12.45 GMT, untuk mengonfirmasi apakah pemangkasan suku bunga lebih lanjut akan menyusul pada bulan Oktober dan Desember," imbuhnya.

