Dolar Tergelincir, Kurs Rupiah Dibuka Melesat ke Rp 16.199/USD
JAKARTA, investortrust.id - Nilai tukar rupiah berhasil rebound dalam pembukaan perdagangan Selasa (23/7/2024). Indeks dolar Amerika Serikat yang tergelincir berdampak mendorong mata uang Garuda bergerak melesat 15 poin ke Rp 16.199/USD, sebagaimana dilansir Yahoo Finance pada pukul 09.30 WIB
Mata uang Garuda sebelumnya bertengger di posisi Rp 16.214/USD dalam penutupan perdagangan kemarin. Menurut Kepala Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Andry Asmoro pergerakan rupiah dipengaruhi situasi pilpres di Amerika Serikat.
"Pelaku pasar terus memperhatikan kondisi politik, setelah Presiden Joe Biden mengakhiri kampanye pemilihannya kembali dan mendukung Wakil Presiden Kamala Harris," katanya dalam keterangan di Jakarta, Selasa (23/7/2024).
Di sisi lain, Chicago Fed National Activity Index (CFNAI) menjadi +0,05 pada bulan Juni 2024, turun dari revisi naik +0,23 pada Mei 2024 dan lebih tinggi dibandingkan ekspektasi pasar -0.09. Indikator terkait produksi berkontribusi +0,11 pada CFNAI pada 24 Juni, turun dari +0,23 pada Mei 2024.
Baca Juga
Investasi Emas Antam Cuan 11,07% Ytd, Parkir di Rp 1.404.000 per Gram Selasa Pagi
Pemotongan Bunga Sdah Dekat
Dalam komentar terbaru, Presiden Federal Reserve (Fed) San Francisco Mary Daly mengatakan, meski data inflasi baru-baru ini membaik, ia masih mencari keyakinan inflasi bergerak secara berkelanjutan menuju target bank sentral AS sebesar 2%. Sementara Gubernur Fed Christopher Waller mengatakan pemotongan suku bunga sudah dekat.
"Namun, Waller menekankan bahwa ia akan mencermati data yang akan datang untuk sementara waktu," kata Andry.
Baca Juga
Sementara itu kurs di Mandiri mancatat nilai tukar rupiah terdepresiasi sebesar 0,2% ke Rp 16.220/USD Senin (22/7/2024). Secara year to date, rupiah terdepresiasi sebesar 5,4%.
Sedangkan untuk hari ini, ekonom Mandiri itu memprediksi kurs rupiah akan bergerak fluktuatif di kisaran Rp 16.185 hingga Rp 16.248 per dolar AS.

