Dolar AS Tergelincir, Kurs Rupiah Rebound
JAKARTA, investortrust.id - Indeks dolar Amerika Serikat (AS) tergelincir setelah rentetan tren menguat yang membuat kurs rupiah berhasil rebound pada perdagangan Selasa (8/10/2024) pagi. Kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank, dilansir Yahoo Finance hingga pukul 10.00 WIB bergerak menguat 10 poin (0,06%) ke level Rp 15.664/US$.
Sebelumnya indeks dolar bertahan di sekitar 102,5 pada hari Senin setelah melonjak 0,5% pada sesi sebelumnya menyusul laporan pekerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan. Menurut Kepala Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Andry Asmoro, hal ini mendorong pasar untuk mengabaikan peluang penurunan suku bunga 50 bps lagi dari Federal Reserve pada November.
Baca Juga
Kurs Rupiah Kian Terpuruk ke Rp 15.709/USD, BI Sebut Keyakinan Konsumen Terjaga IKK 123,5
Data yang dirilis Jumat (5/7) waktu setempat menunjukkan non-farm payrolls (NFP) atau penggajian nonpertanian naik sebesar 254.000 pada September, melampaui ekspektasi 140.000. Sementara tingkat pengangguran turun menjadi 4,1% dari 4,2%. Pasar sekarang melihat sekitar 95% peluang penurunan suku bunga yang lebih rendah sebesar 25 bps pada November.
"Sementara ada sekitar 5% peluang tidak ada perubahan dalam suku bunga kebijakan, menurut FedWatch Tool CME," kata Andry dalam keterangannya, Selasa (8/10/2024).
Investor saat ini menantikan risalah rapat Fed terbaru pada hari Rabu dan laporan indeks harga konsumen pada hari Kamis untuk memandu prospek suku bunga lebih lanjut. Dolar juga diuntungkan oleh meningkatnya arus masuk aset-aset safe haven di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

