Kurs Rupiah Tergelincir Tipis Senin Pagi
JAKARTA, investortrust.id - Kurs rupiah pada pembukaan perdagangan di pasar spot valas awal pekan, Senin (25/11/2024) pagi, melemah terhadap dolar Amerika Serikat. Dilansir Yahoo Finance, kurs rupiah tergelincir tipis 5 poin (0,03%) ke level Rp 15.864/USD.
PMI Gabungan Global S&P AS naik menjadi 55,3 pada November, menunjukkan pertumbuhan terkuat dalam aktivitas sektor swasta sejak April 2022, dengan sektor layanan meningkat dan penurunan manufaktur mereda. Peluang penurunan suku bunga sebesar 25 bps oleh The Fed bulan depan saat ini berada di bawah 60%, sekitar 55%, di awal sesi.
Baca Juga
IHSG Dibuka Rebound, Beberapa Saham Ini Melesat
Sementara itu, imbal hasil US Treasury juga didukung oleh ekspektasi bahwa kebijakan Presiden Terpilih AS Donald Trump -- khususnya pada tarif, imigrasi, dan pajak -- dapat memicu kembali inflasi. Hal ini membatasi kemampuan The Fed untuk menurunkan biaya pinjaman.
"Investor sekarang fokus pada rilis risalah rapat FOMC terbaru, data inflasi PCE, dan indikator ekonomi utama lainnya minggu ini. Data tersebut akan untuk memandu ekspektasi keputusan suku bunga The Fed di masa mendatang," ungkap Kepala Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Andry Asmoro dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (25/11/2024).
Baca Juga
Sebelumnya kurs Bank Mandiri mencatat mata uang rupiah pada Jumat (22/11/2024) lalu terapresiasi sebesar 0,3% menjadi Rp 15.875/USD, namun masih terdepresiasi sebesar 3,1% year to date. Sedangkan nilai tukar rupiah terhadap dolar hari ini kemungkinan akan bergerak pada kisaran Rp 15.820/USD dan Rp 15.925/USD, menurut Kepala Ekonom Bank Mandiri itu.

