Komentar Bos The Fed Bikin Rupiah Dibuka Tergelincir Jumat Pagi
JAKARTA, investortrust.id - Nilai tukar (kurs) yang ditransaksikan antarbank tergelincir dalam pembukaan perdagangan Jumat (20/12/2024) jelang akhir pekan. Dilansir Yahoo Finance kurs rupiah dibuka tergelincir tipis 5 poin (0.03%) ke level Rp 15.289/USD, yang sebelumnya sempat berada pada posisi Rp. 16.284/USD.
Ketua Fed Jerome Powell menyatakan minggu ini bahwa PCE kemungkinan akan menunjukkan tingkat inflasi 12 bulan tetap di atas target bank sentral sebesar 2%. Komentarnya mengikuti pemangkasan suku bunga seperempat poin yang diharapkan secara luas oleh Fed, tetapi bank sentral mengindikasikan lebih sedikit pemangkasan pada tahun 2025 karena inflasi yang terus-menerus.
"The Fed juga menurunkan perkiraannya untuk tingkat pengangguran dan menaikkan ekspektasi untuk inflasi inti dan pertumbuhan ekonomi, yang menyebabkan imbal hasil Treasury lebih tinggi," kata Kepala Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Andry Asmoro, dalam keterangan tertulis, Jumat (20/12/2024).
Baca Juga
Indeks Dolar Melonjak 108, Rupiah Anjlok Terdalam di Asia Tembus Rp 16.312/USD
Penjualan rumah yang sudah ada di AS pada bulan November 2024 naik sebesar 4,8% dari bulan sebelumnya ke tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman sebesar 4,15 juta, tertinggi dalam delapan bulan, dibandingkan dengan 3,96 juta pada bulan Oktober 2024 dan lebih baik dari ekspektasi pasar sebesar 4,07 juta.
"Rupiah Kamis (19/12/2024) kemarin terdepresiasi 1,2% ke level Rp 16.290/USD (terdepresiasi 5,8% ytd). Sedangkan rupiah terhadap dolar AS hari ini kemungkinan akan bergerak di kisaran Rp 16.215/USD dan Rp 16.304/USD," tutupnya.

