Jelang Sidang The Fed, Rupiah Tergelincir Senin Pagi Ini
JAKARTA, investortrust.id - Mata uang rupiah tergelincir pada pembukaan perdagangan awal pekan, Senin (18/3/2024). Nilai tukar rupiah menyentuh Rp 15.644 per USD atau tergelincir 45 poin dari penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di posisi Rp 15.599 per USD.
Kemudian dalam pantauan JISDOR, mata uang rupiah berada di level Rp 15.624 per USD, Jumat (15/3/2024). Atau ditutup melemah 42 poin dari perdagangan sebelumnya (14/3/2024).
Jelang pertemuan The Fed, analis rupiah Ibrahim Assuaibi memprediksi bank sentral Amerika Serikat (AS) tersebut masih tetap akan mempertahankan Fed Funds Rate atau suku bunga acuan.
Baca Juga
"Minggu ini, Bank sentral diperkirakan akan mengakhiri kebijakan pengendalian suku bunga negatif dan kurva imbal hasil dalam beberapa bulan mendatang, dengan para analis berbeda pendapat mengenai keputusan yang akan diambil pada bulan Maret atau April," kata dia menjelaskan.
Selain itu, dia juga menilai pelaku pasar cukup menekan ekspektasi terhadap penurunan suku bunga pada bulan Juni mendatang, seperti yang sebelumnya banyak diprediksi oleh berbagai pengamat.
"Prospek kenaikan suku bunga jangka panjang membebani mata uang Asia secara luas," kata dia menyebutkan.
Baca Juga
Harga Emas Batangan Antam Parkir pada Level Rp 1,19 Juta per Gram
Data indeks harga produsen lebih kuat dari perkiraan untuk bulan Februari. Angka tersebut muncul setelah data indeks harga konsumen yang lebih kuat dari perkiraan yang dirilis awal pekan ini, yang juga menunjukkan inflasi semakin menjauh dari target tahunan Federal Reserve sebesar 2%.
Angka inflasi yang lebih tinggi terjadi tepat sebelum pertemuan Fed minggu depan, di mana bank sentral diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah.
Namun The Fed kini berpotensi menawarkan sikap yang lebih hawkish terhadap suku bunga, mengingat pihaknya telah berulang kali mengisyaratkan bahwa penurunan suku bunga apa pun pada tahun 2024 sebagian besar akan ditentukan oleh jalur inflasi.

