Komponen Harga Bergejolak Penyebab Inflasi Naik
JAKARTA, investortrust.id - Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut kenaikan inflasi menjadi sebesar 2,86% secara tahunan (yoy) pada November 2023 disebabkan oleh seluruh komponen. Penyumbang inflasi terbesar adalah komponen harga bergejolak yang mengalami inflasi 7,59% dengan andil 1,26%.
“Inflasi November 2023 sebesar 2,86% yoy disumbang oleh seluruh komponen. Komponen dominan menyumbang inflasi yaitu komponen harga bergejolak. Komponen itu mengalami inflasi sebesar 7,59% dengan andil sebesar 1,26%, dengan komoditas yang dominan menyumbang inflasi pada kelompok ini adalah beras, cabai merah, cabai rawit, daging ayam ras, dan bawang putih,” kata Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Moh Edy Mahmud, di kantor BPS Pusat, Jakarta, Jumat (01/12/2023).
Baca Juga
Sementara itu, inflasi komponen inti sebesar 1,87% dengan andil 1,21% terhadap inflasi November 2023 secara tahunan. Komoditas yang dominan penyumbang inflasinya adalah emas perhiasan, biaya kontrak rumah, biaya sewa rumah, dan upah asisten rumah tangga.
Sedangkan inflasi komponen harga yang diatur pemerintah sebesar 2,07%. Edy menyebut komponen ini memiliki andil terhadap inflasi tahunan sebesar 0,39%. “Komoditas yang dominan pada kelompok harga diatur pemerintah ini adalah rokok kretek filter, tarif angkutan udara, dan tarif air minum PAM,” ujar dia.
Kelompok Pengeluaran Makanan
Berdasarkan kelompok pengeluaran, lanjut Edy, penyumbang inflasi yang terbesar terhadap inflasi umum pada November 2023 adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mencapai 6,71% yoy dengan andil 1,72%. Komoditas yang memberi andil terhadap inflasi kelompok ini yaitu beras sebesar 0,58%, cabai merah 0,19%, rokok kretek filter 0,18%, cabai rawit 0,10%, ayam ras 0,09%, dan bawang putih 0,07%.
Baca Juga
Mentan Sebut Impor Beras Berpeluang Capai 5 Juta Ton pada 2024
"Untuk kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, pada November 2023, mengalami inflasi yoy sebesar 3,76%. Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi yoy adalah emas perhiasan sebesar 0,11%," ucapnya. (CR-7)
