Bukan Cuma Dipicu Faktor Supply-Demand, Ternyata Ini Penyebab Gejolak Harga Komoditas
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, harga komoditas global terus bergejolak karena faktor yang memengaruhinya bukan semata faktor ekonomi ataupenawaran dan permintaan (supply and demand).
Menkeu mengakui,dari sisi supply dan demand, pelemahan ekonomidunia menyebabkanharga komoditas melemah. Namun, ada faktor lain yang memengaruhi komoditas, sehingga harganya berfluktuasi, kadang naik, terkadang turun, dalam tempo singkat.
Baca Juga
Menkeu: 69,9% Manufaktur Negara-Negara Maju Terkontraksi, Ini Pemicunya!
“Ada faktor politik dan perang. Akibat geopolitik dan perang ini, harga yang harusnya melemah menjadi tiba-tiba volatile, menguat,” kata Sri Mulyani di Jakarta, Jumat (15/12/2023).
Meski demikian, menurut Sri Mulyani, harga beberapa komoditas penting bagi Indonesia menunjukkan koreksi cukup signifikan. Harga batu bara anjlok 63,8% (ytd), minyak turun 14,6% (ytd), gas alam melemah 43,7% (ytd), minyak sawit mentah (CPO) melorot 14,8% (ytd), gandum terpangkas 23,4% (ytd), kedelai turun 4,9% (ytd), dan harga beras melemah 6,5% (ytd).
“Ini adalah komoditas-komoditas penting yang penting pengaruhnya dalam perekonomian kita, semuanya dalam tren menurun (ytd),” ujar dia.
Sri Mulyani menambahkan, penurunan komoditas sejatinya bermanfaat bagi pengendalian inflasi. Namun, inflasi tidak hanya ditentukan oleh harga komoditas, melainkan juga dari sisi supply-demand dan nilai tukar,” tandas dia.
Baca Juga
Menkeu: Kondisi Ekonomi Global Masih Tidak Pasti Hingga Akhir Tahun Ini
Menkeu mengemukakan, indeks harga konsumen (IHK) masih sesuai target Bank Indonesia (BI) sebesar 2,9%, di mana kontribusi harga yang tetapkan pemerintah (administered price) menurun tajam, hanya 2,1% sejak September 2023.
Meski demikian, kata Menkeu, harga pangan bergejolak (volatile food) masih menunjukkan tekanan terhadap inflasi. “Naik di level 7,6%. Meski harga dunia turun, di dalam negeri naik 21,1% (yoy). Harga cabai juga mengalami kenaikan. Begitu pula harga bawang putih,” kata dia. (CR-7)

