Kurs Rupiah Ambruk Kamis, Analis Sebut Ada Double Sentiment
JAKARTA, investortrust.id - Nilai tukar rupiah ambruk dalam perdagangan valas Kamis (3/10/2024), imbas perkasanya indeks dolar Amerika Serikat. Jisdor Bank Indonesia (BI) mencatat, kurs rupiah ditutup tergerus 147 poin ke level Rp 15.394/USD, dibanding sebelumnya di posisi Rp 15.247/USD.
Dari data perdagangan di pasar spot valas, sebagaimana dirilis Yahoo Finance, kurs mata uang Garuda hingga pukul 15.00 WIB terperosok 156 poin (1,02%) terhadap greenback. Sebelumnya, kurs rupiah bertengger di posisi Rp 15.259/USD.
"Pelemahan mata uang Garuda imbas menguatnya dolar yang menjadi aset lindung nilai, di tengah campur tangan AS dalam konflik geopolitik di Timur Tengah," papar Presiden Komisioner HFX International Berjangka Sutopo Widodo kepada Investortrust, Jakarta, Kamis (3/10/2024).
Baca Juga
Menkominfo Ungkap Alasan Apple Ogah-Ogahan Bangun Pabrik di Indonesia
Sentimen lain yang memengaruhi menguatnya indeks dolar adalah data ketenagakerjaan swasta AS yang kuat, yang mendukung pandangan bahwa The Fed tidak perlu memangkas suku bunga secara agresif. Laporan ADP menunjukkan bahwa 143.000 pekerjaan ditambahkan ke sektor swasta pada bulan September, jauh di atas perkiraan 120.000, yang menunjukkan pasar tenaga kerja tetap tangguh.
"Investor sekarang menantikan klaim pengangguran mingguan terbaru AS pada hari Kamis (waktu setempat) dan laporan pekerjaan September pada hari Jumat. Hal ini untuk mendapatkan lebih banyak kejelasan tentang jalur kebijakan suku bunga The Fed," kata Sutopo.
Baca Juga
Harga Minyak Dunia Lanjut Menguat Dipicu Tensi Geopolitik Timur Tengah
Ia menjelaskan, pasar saat ini melihat peluang 65% bahwa The Fed akan memilih pemotongan suku bunga 25 basis poin yang lebih minim pada bulan November. Ini naik dari 43% seminggu yang lalu.

