Duh, Ternyata 62% Gen Z Belum Mengetahui Ekonomi Hijau
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda menyampaikan bahwa 62% dari generasi yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012 alias Generasi Z (Gen Z) di Indonesia belum mengetahui mengenai ekonomi hijau.
Seperti yang diketahui, ekonomi hijau sendiri adalah sistem perekonomian yang mengedepankan penggunaan sumber daya yang efisien, rendah karbon, dan inklusif secara sosial. Di mana, ekonomi hijau bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, keadilan, dan keberlanjutan lingkungan.
"Dan itu masih sangat-sangat rendah sekali (pengetahuan ekonomi hijau di Indonesia). Jadi yang sudah tahu itu hanya sekitar 38% dari Generasi Z kita yang mengetahui mengenai apa sih ekonomi hijau dan sebagainya," ujar Nailul dalam acara Investortrust Goes to Campus "Financial Literacy" di Universitas Trisakti, Jakarta, Selasa (24/9/2024).
Sementara itu, untuk Generasi Y atau Milenial, Nailul menyebut, generasi yang lahir pada tahun 1981–1996 ini pengetahuan ekonomi hijaunya lebih baik jika dibandingkan Gen Z, yaitu sebesar 45% sudah tahu.
"Yang (usia) 45-54 itu biasanya sudah menduduki jabatan tertentu, dia sudah lebih mengetahui mengenai ekonomi hijau," kata Nailul.
Sehubungan dengan hal tersebut, Nailul menyebut, jika terjadi kerusakan lingkungan yang ditimbulkan oleh aktivitas-aktivitas perusahaan yang tidak memperdulikan dari aspek lingkungan, aspek sosial, maupun aspek tata kelola, maka nantinya yang akan menanggung semuanya adalah para generasi muda saat ini.
"Nah makanya, kalau kita lihat, banyak sekali provinsi yang dia belum siap dalam program transisi ekonomi hijau," kata Nailul.
Di sisi lain, Nailul menyampaikan bahwa dari 934 perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), baru 88 perusahaan atau 9,4% yang mempunyai laporan ESG.
Dari 88 perusahaan tersebut, hanya 20 perusahaan yang mempunyai risiko ESG rendah (22,7%). Kemudian ada 30 perusahaan yang memiliki risiko ESG tinggi dan berat (34,1%), yang mana paling banyak adalah perusahaan pertambangan.

