Gen Z dan Gen X Peroleh Transfer Kekayaan Besar-besaran pada 2030-2035
JAKARTA, investortrust.id – Pada tahun 2030-2035, Gen Z dan Gen X akan mendapatkan intergenerational wealth transfer atau mendapatkan transfer kekayaan besar-besaran dari generasi sebelumnya. Mereka harus mampu mengoptimalkan kekayaan tersebut untuk investasi, sebagai salah satu modal penting untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.
“Kurang lebih dari 10 tahun dari sekarang mereka (Gen Z dan Gen X) akan menerima luar biasa kekayaan atau mewarisi kekayaan, karena baby boomers sekarang sudah tutup usia,” kata Dewan Penasihat Certified Wealth Managers' Association (CWMA) yang juga Chief Executive Officer (CEO) MCI Asia Group, Maikel Sajangbati. Hal itu dia ungkapkan dalam podcast Konvergensi yang dipandu CEO PT Investortrust Indonesia Sejahtera, Primus Dorimulu di The Convergence Indonesia (TCI), Jakarta, Rabu (12/6/2024).
Untuk mencapai target Indonesia Emas 2045, kata Maikel, salah satu usaha yang diperlu dilakukan adalah menciptakan generasi emas yang dapat membantu Indonesia untuk mencapai pendapatan per kapita yang tinggi, setara negara maju dengan Gross National Income per kapita sebesar US$ 30.300 dari level saat ini sebesar US$ 4.800.
Maikel mengatatakan, Indonesia memiliki peluang yang sangat besar untuk mencapai target tersebut. Salah satu potensi yang dimiliki oleh negara Indonesia adalah adanya stabilitas dalam politik. Kemudian, ditambah dengan makroekonomi Indonesia juga yang terus bertumbuh.
“Kalau kita bisa bertumbuh di atas 5% atau bahkan bisa mencapai angka 6%, kita punya economic growth dan itu akan menciptakan banyak sekali orang-orang kaya baru,” ujar Maikel.
Baca Juga
Walaupun demikian, Maikel menegaskan bahwa adanya dua faktor pendorong tersebut tidak cukup membantu Indonesia menjadi negara maju apabila tidak diimbangi dengan literasi mengenai cara mengatur keuangan kepada masyarakat. Ia mengatakan, bahwa literasi keuangan yang cukup sangat dibutuhkan agar masyarakat mampu mengelola harta kekayaan dengan baik.
“Kalau memiliki kekayaan tapi kita tidak punya literasi sayang juga Pak. Jadi kita inginkan masuk Indonesia emas tapi kalau literasi kurang terkait dengan investasi terkait dengan keuangan itu akan menjadi tantangan besar,” paparnya.
Sebagai catatan, masyarakat Indonesia dengan kategori kekayaan Affluent atau yang memiliki kekayaan sekitar Rp 100 juta hingga Rp 1 miliar telah mencapai 20-30 juta orang. Yang mana menjadikan Affluent menjadi segmen paling besar di Indonesia. Sedangkan dalam kategori ultra high net worth (ultra-HNW) diperkirakan tahun 2025 dapat mencapai sekitar 1.400 orang.
Baca Juga
Jokowi Ajak Hipmi Fokus pada Bonus Demografi untuk Capai Indonesia Emas 2045

