The Fed Tahan Bunga, Rupiah Menguat ke Rp 15.874/US$
JAKARTA, investortrust.id - Nilai tukar rupiah menguat terhadap greenback, menjadi Rp 15.874/US$ pada Kamis (02/11/2023) pagi. Penguatan mata uang Garuda dipengaruhi oleh keputusan The Fed menahan suku bunga acuan Amerika Serikat dan ekspektasi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kuat ke depan.
Kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis pagi menguat sebesar 0,39% atau 62 poin, menjadi Rp 15.874/US$, dari sebelumnya Rp 15.936/US$. “Penguatan rupiah dipengaruhi ekspektasi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kuat, sehingga memberikan ruang bagi mata uang RI untuk menguat ke depan. Pertumbuhan ekonomi kita diperkirakan 5,2% tahun 2023,” ujar analis Bank Woori Saudara BWS Rully Nova di Jakarta, Kamis (02/11/2023).
Baca Juga
Pertumbuhan 4,7-5,5%
Pada kuartal II-2023, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,17% secara tahunan (year on year/yoy). Produk domestik bruto (PDB) atas dasar harga berlaku tercatat mencapai Rp 5.226,7 triliun, sedangkan PDB atas dasar harga konstan senilai Rp 3.075,7 triliun.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memperkirakan ekonomi Indonesia tumbuh pada kisaran 4,7-5,5% yoy pada akhir 2023. Ini terutama akan bersumber dari penguatan konsumsi domestik menjelang Pilpres 2024.
Baca Juga
Ada pula sentimen eksternal yang memengaruhi penguatan rupiah, yakni keputusan Bank Sentral AS, Federal Reserve (The Fed), menahan suku bunga acuan di level 5,25-5,50%. "Nilai tukar rupiah hari ini diprediksi cenderung menguat terhadap dolar AS di kisaran sempit Rp 15.880-15.930/US$, dipengaruhi oleh faktor eksternal keputusan The Fed menahan suku bunga. Namun, indeks dolar AS masih terus meningkat. Indeks dolar AS masih pada tren meningkat karena masih dianggap sebagai safe haven," ungkap Rully sebagaimana dilansir Antara.
Keputusan The Fed menahan suku bunga diharapkan dapat menurunkan yield obligasi pemerintah AS dan index dolar AS, sehingga dana yang sempat keluar Indonesia bisa masuk kembali ke pasar keuangan kita. Karena itu, nilai tukar rupiah diperkirakan bisa menguat kendati ada peningkatan indeks dolar AS.

