The Fed Tahan Bunga, Kurs Rupiah Kompak Menguat Rp 16.199/USD dan Euro 0,7976/USD
JAKARTA, investortrust.id – Mata uang rupiah dan euro berhasil menguat terhadap dolar Amerika Serikat pada pembukaan perdagangan valas di pasar spot Kamis pagi (02/05/2024). Penguatan ini terjadi setelah Bank Sentral AS, The Fed, menahan suku bunga Fed Funds Rate tetap 5,25-5,50% pada pertemuan Rabu (1/5) waktu setempat, atau Kamis dini hari waktu Indonesia.
Mata uang Garuda tercatat menguat terhadap greenback di level Rp 16.199/USD hingga Kamis pukul 09.04 WIB. Merujuk data Yahoo Finance, rupiah menguat 0,35%.
Namun demikian, rupiah masih melemah 10,44% secara year on year. Pada 1 Mei tahun lalu, nilai tukar rupiah bertengger di Rp 14.668/UDS.
"Pelaku pasar masih mencerna data ekonomi AS dan komentar (Ketua Dewan Gubernur Federal Reserve System) Jerome Powell. Investor mencermati komentar Powell yang tidak seagresif yang diperkirakan," kata analis Cheril Tanuwijaya membeberkan hasil analisis Tim Riset InvestasiKu di Jakarta, Kamis (2/5/2024).
Head of Research Mega Capital Sekuritas ini menuturkan, Powell mengatakan kenaikan suku bunga cenderung tidak dilakukan. Ia tetap mempertahankan kebijakan “higher for longer”, hingga data-data ekonomi di negara adidaya itu meyakinkan untuk pemangkasan suku bunga.
Di sisi lain, meski tingkat inflasi belum sesuai harapan (2%), Powell mengatakan tidak ada kenaikan suku bunga pada FOMC Juni menda
tang. Sementara, rilis data pekerjaan JOLTS periode Maret menunjukkan jumlah pekerjaan baru turun ke 325 ribu, level terendah sejak Februari 2021.
Selain itu, rilis data PMI manufaktur periode April 2024 di negara dengan perekonomian terbesar di dunia itu berada di level 49,2. Data ini secara mengejutkan jauh di bawah estimasi dan menunjukan kontraksi pada aktivitas manufaktur.
"Data ini menunjukkan pelemahan yang mulai terjadi pada aktivitas bisnis dan tenaga kerja AS. Hari ini, pelaku pasar akan mencermati data pesanan pabrik AS. Selain itu, klaim pengangguran mingguan AS," paparnya.
| Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan euro pada 1 Mei 2024. Sumber: InvestasiKu. |
Baca Juga
Naik Rp 17.000 per Gram, Harga Emas Antam Parkir ke Rp 1.327.000
Sementara itu, Euro tercatat juga menguat 0,12% ke level 0,7976/USD pagi ini. Sedangkan secara year on year, masih melemah terhadap dolar AS, sebesar 0,82%.
Inflasi April Diperkirakan di Atas 3%
Cheril uga mengatakan, investor saat ini menunggu rilis data inflasi domestik periode April 2024. Inflasi diperkirakan masih di atas level 3% yoy.
“Hari ini pelaku pasar akan mencermati rilis data inflasi domestik periode April yang diperkirakan masih di atas level 3% yoy,” ucapnya.
Baca Juga

