Kurs Rupiah Menguat usai BI Tahan Bunga Acuan
JAKARTA, investortrust.id - Kurs rupiah menguat pada penutupan perdagangan Rabu (22/5/2024), usai Bank Indonesia (BI) mengumumkan mempertahankan suku bunga acuan di level 6,25%. Berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, nilai tukar rupiah menguat 29 poin ke level Rp 15.995/USD.
Sedangkan di pasar spot, seperti dilansir Yahoo Finance, mata uang Garuda bergerak menguat tipis ke Rp 15.989/USD hingga pukul 15.30 WIB. Pada penutupan perdagangan sebelumnya, rupiah di posisi Rp 15.990/USD.
Kepala Ekonom PT Bank Permata Tbk Josua Pardede mengungkapkan, keputusan BI mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate di 6,25% didasari atas pertimbangan risiko skenario The Fed yang 'higher-for-longer'. "Di sisi lain, kondisi pasar keuangan global menunjukkan perbaikan di bulan Mei 2024. Hal itu juga didukung oleh meredanya kekhawatiran akan konflik geopolitik di Timur Tengah," kata Josua dalam keterangan di Jakarta, Rabu (22/5/2024).
Josua juga menjelaskan, perkembangan fundamental data ekonomi Amerika Serikat juga membaik, terutama tren penurunan inflasi.
Stabilitas Rupiah Membaik
Sementara itu, pada Rabu ini, RDG BI periode 21-22 Mei 2024 memutuskan mempertahankan BI Rate sebesar 6,25%. Selain itu suku bunga Deposit Facility dipertahankan sebesar 5,50% dan suku bunga Lending Facility di angka 7,00%.
Sebelumnya, rupiah tercatat mengalami tren depresiasi menyusul meningkatnya tekanan di pasar keuangan global pada April 2024. Hal ini memaksa BI untuk menaikkan BI rate sebesar 25 bps menjadi 6,25% di rapat dewan gubernur (RDG) periode 23-24 April 2024.
Usai kenaikan BI Rate, rupiah cenderung menunjukkan stabilitas nilai tukar yang membaik terhadap dolar AS. "Rupiah cenderung menguat sebesar 1,67% mtd. Demikian pula, imbal hasil obligasi acuan 10 tahun telah turun 31 bps month-to-date," sebut Josua.
Kemudian, juga terjadi arus modal masuk ke pasar portofolio sebesar US$ 923 juta month-to-date sepanjang bulan Mei 2024.

