Lesu, Kurs Rupiah Ditutup Melemah ke Rp 16.320/USD
JAKARTA, investortrust.id - Nilai tukar rupiah tampak lesu dalam perdagangan Selasa (30/7/2024), akibat tekanan dari indeks dolar Amerika Serikat yang menguat. Berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), kurs rupiah bergerak melemah 34 poin ke level Rp 16.320/USD, dibanding posisi di Rp 16.286/USD kemarin.
Dari data di pasar spot valas yang dilansir Yahoo Finance, mata uang Garuda juga tak kuasa keluar dari tekanan dolar AS sepanjang perdagangan hari ini. Hingga pukul 17.30 WIB, kurs rupiah bergerak melemah 21 poin ke level Rp 16.295/USD, dibanding posisi di Rp 16.274/USD kemarin.
Baca Juga
Abaikan Ketegangan Israel-Hizbullah, Harga Minyak Mentah Jatuh Hampir 2%
Ekonom Senior PT Bank Pertama Tbk Faisal Rachman mengatakan, rupiah melemah sejak pembukaan perdagangan Selasa (30/7/2024) pagi tadi, sejalan dengan meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Kurs Bank Permata mencatat mata uang Garuda sempat terjun ke level Rp 16.325/USD siang tadi.
"Pada sesi kedua, depresiasi nilai tukar rupiah terbatasi akibat sentimen positif dari Cina," kata Faisal kepada Investortrust.id, Selasa (30/7/2024).
Baca Juga
Harga Emas Antam Turun Rp 2.000 per Gram, Termurah Dibandrol Rp 750.000
Sentimen positif dari Negeri Tirai Bambu terkait pernyataan Partai Komunis Cina, yang menyatakan akan mendorong kebijakan untuk mendukung daya beli masyarakat. Lalu, sentimen risk-on di pasar Asia tersebut mendorong rupiah memangkas depresiasinya.

