Indeks Dolar AS Lesu, Kurs Rupiah Menguat ke Rp 15.705/USD
JAKARTA, investortrust.id - Nilai tukar (kurs) rupiah menguat dalam penutupan perdagangan hari Kamis (31/10/2024), seiring indeks dolar Amerika Serikat yang bergerak lesu. Jisdor Bank Indonesia (BI) mencatat kurs rupiah menguat 27 poin ke level Rp 15.705/USD, dibanding pada penutupan perdagangan kemarin di posisi Rp 15.732/USD.
Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi memaparkan, pertumbuhan penggajian swasta AS melonjak pada bulan Oktober, mengatasi kekhawatiran gangguan sementara akibat badai dan pemogokan, menurut Laporan Ketenagakerjaan Nasional ADP (Automatic Data Processing). Sementara itu, data terpisah menunjukkan ekonomi AS tumbuh pada tingkat tahunan sebesar 2,8% pada kuartal ketiga, sedikit lebih rendah dari 3% yang diharapkan oleh para ekonom.
Baca Juga
Turunkan Tarif Pajak untuk Pacu Pertumbuhan Ekonomi, Mengapa?
"Indikator AS yang beragam semalam, menunjukkan pasar kerja AS yang longgar, tetapi konsumen percaya diri. Ini memberikan sedikit kejelasan tentang prospek pemangkasan suku bunga Federal Reserve (The Fed), yang memungkinkan dolar AS melayang lebih rendah seirama imbal hasil US Treasury," kata analis valas itu dalam keterangan di Jakarta, Kamis (31/10/2024).
Baru-baru ini sevelumnya, lanjut dia, pembacaan ekonomi telah menunjukkan pasar kerja dan ekonomi AS yang tangguh. Ini memacu para pedagang untuk mengurangi taruhan mereka pada pemotongan suku bunga Fed Funds Rate.
Baca Juga
Baik dolar maupun imbal hasil obligasi AS telah didukung dalam beberapa hari terakhir oleh meningkatnya spekulasi di pasar dan pada beberapa platform taruhan tentang kemenangan kandidat Partai Republik Donald Trump, dalam pemilihan presiden 5 November. Kebijakan tarif impor tinggi dan imigrasi Mantan Presiden AS itu dianggap bisa mendorong inflasi.
Trump kali ini akan menentang capres dari Partai Demokrat Kamala Harris, yang kinin menjadi wakil presiden AS..

