Kurs Rupiah Lesu Ditutup ke Rp 15.144/USD Senin
JAKARTA, investortrust.id - Nilai tukar rupiah bergerak lesu imbas indeks dolar Amerika Serikat menguat pada perdagangan Senin (30/9/2024). Kurs Jisdor Bank Indonesia (BI) mencatat rupiah ditutup melemah ke level Rp 15.144/USD, dibanding Jumat (27/9/2024) yang bertengger di posisi Rp 15.138/USD.
Kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank juga terpantau melemah terhadap dolar AS, sebagaimana dilansir Yahoo Finance. Hingga pukul 15.30 WIB, kurs mata uang Garuda bergerak melemah 16 poin (0,11%) ke level Rp 15.135/USD. Adapun dalam perdagangan sebelumnya, kurs rupiah ditutup di posisi Rp 15.119/USD.
Menurut Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi, pasar masih menunggu komentar dari Ketua Federal Reserve Jerome Powell untuk petunjuk tentang kecepatan pelonggaran moneter oleh bank sentral AS. Selain itu, tujuh pembuat kebijakan The Fed lainnya akan berbicara minggu ini.
"Kemudian, juga akan dirilis data tentang lowongan pekerjaan dan perekrutan swasta, bersama dengan survei ISM (Institute for Supply Management) tentang manufaktur dan jasa. Dengan The Fed dan bank sentral utama lainnya mulai melonggarkan kebijakan, pemulihan ekonomi mungkin akan segera terjadi," kata dia dalam keterangan di Jakarta, Senin (30/9/2024).
Baca Juga
Pertumbuhan Ekonomi 5%, R&I Afirmasi Sovereign Credit Rating Indonesia di Atas Investment Grade
Selain itu, konflik Timur Tengah kembali memanas, setelah Israel meningkatkan serangannya terhadap kelompok militan Hizbullah dan Houthi yang didukung Iran. Israel mengatakan telah mengebom target Houthi di Yaman pada hari Minggu lalu, memperluas konfrontasinya dengan sekutu Iran dua hari setelah membunuh pemimpin Hizbullah Sayyed Hassan Nasrallah dalam konflik yang meningkat di Lebanon.
Sementara itu, Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin telah mengizinkan militer untuk memperkuat kehadirannya di Timur Tengah, dengan Pentagon mengatakan pada hari Minggu bahwa jika Iran, mitranya, atau proksinya menargetkan personel atau kepentingan AS, maka Washington "akan mengambil setiap tindakan yang diperlukan untuk membela rakyat Amerika".
Baca Juga
Harga Emas Antam Gapai Rekor Baru, Tembus Rp 1.464.000 per Gram

