Kurs Rupiah Lesu Jelang Pengumuman RDG BI, Lewati Rp 16.000/USD
JAKARTA, investortrust.id - Kurs rupiah melemah pada penutupan perdagangan hari Selasa (21/5/2024), menjelang pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia periode 21-22 Mei 2024 esok hari. Berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah terpantau lesu ke level Rp 16.024/USD, melemah 44 poin dibanding posisi kemarin (20/5/2024) sebesar Rp 15.980/USD.
Di pasar spot yang dilansir dari Yahoo Finance, nilai tukar rupiah juga bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat. Hingga pukul 15.30 WIB, mata uang Garuda melemah 21 poin ke level Rp 15.990/USD, dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 15.969/USD.
Menurut Presiden Komisaris HFX International Berjangka Sutopo Widodo, menguatnya dolar pada perdagangan Selasa (21/5/2024) ini memperpanjang kenaikan dari sesi sebelumnya. Terlebih usai Presiden The Fed Atlanta Raphael Bostic mengatakan akan memerlukan waktu sebelum bank sentral yakin inflasi di negara dengan perekonomian terbesar di dunia itu akan kembali ke 2%.
"Itu (pernyataan Raphael Bostic) juga menegaskan kembali hanya diperlukan satu kali penurunan suku bunga The Fed pada tahun ini," kata Sutopo kepada Investortrust.id, Jakarta, Selasa (21/5/2024).
Baca Juga
RDG BI Berlangsung, Kurs Rupiah Melemah Tembus Lagi Rp 16.000/USD
Selain itu, ia mengungkap saat ini pelaku pasar tetap bertaruh pada waktu serta sejauh mana penurunan suku bunga The Fed akan terjadi di tahun ini dan memprakirakan penurunan suku bunga pada September dan November nanti. Ia menambahkan, sejumlah investor tengah menantikan komentar pejabat bank sentral AS dan berita acara FOMC terbaru minggu ini, sebagai acuan prospek lebih lanjut.
"Dolar menguat secara keseluruhan, dengan aktivitas pembelian paling menonjol terlihat terhadap dolar Australia dan Selandia Baru serta yen Jepang," tuturnya.
Prediksi BI Rate Bertahan di 6,25%
Sementara itu dari dalam negeri, pengumuman keputusan RDG BI akan diumumkan besok (22/5/2024). Sebelumnya, BI secara tidak terduga menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 bps menjadi 6,25% pada April lalu. "Sebelumnya, ekspektasi pasar memprediksi BI akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan terakhir (April 2024)," katanya.
Ia menuturkan nilai tukar rupiah telah menyentuh level terendah dalam empat tahun pada bulan ini. Secara lebih luas, kata Sutopo, hal itu mencerminkan pelemahan mata uang Asia karena menguatnya dolar AS dan sentimen penghindaran risiko.
"Hal ini mendorong bank sentral untuk melakukan intervensi guna menstabilkan mata uang," sebutnya.
Selain itu, lanjut dia, tingkat inflasi RI meningkat menjadi 3,05% di bulan Maret 2024, tertinggi dalam tujuh bulan terakhir. Sementara itu, bunga fasilitas simpanan semalam dan fasilitas pinjaman juga dinaikkan masing-masing sebesar 25 bps menjadi 5,5% dan 7%.
"Pada pertemuan besok, BI diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tetap. Prediksi BI Rate bertahan di level 6,25% didasari atas tanda-tanda ekonomi AS yang mulai mengalami stagan dari laporan data ekonominya," tandasnya.
Untuk perdagangan esok hari, analis HFK Internasional tersebut memprediksi mata uang Garuda bergerak fluktuatif dan ditutup pada kisaran Rp 15.959-16.050/USD.

