Rupiah Melemah Jelang Pengumuman RDG BI
JAKARTA, investortrust.id – Mata uang rupiah bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat di awal perdagangan Kamis (21/12/2023). Para pelaku pasar fokus menunggu pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) hari ini.
Pada Kamis (21/12/2023) pukul 12.54 WIB, kurs mata uang Garuda tercatat sebesar Rp 15.529,5 per dolar AS. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah melemah 18,50 poin atau 0,12% dibanding hari sebelumnya.
Baca Juga
Sementara itu, data terkini kurs JISDOR yang dirilis BI pada tanggal 20 Desember 2023 mencatat, rupiah bergerak melemah ke Rp 15.512 per dolar AS. Pada hari sebelumnya, rupiah masih berada di posisi Rp 15.506 per dolar AS.
Diperkirakan Tetap 6%
Ekonom Senior dan Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia Ryan Kiryanto mengatakan, dengan mempertimbangkan perkembangan eksternal -- baik secara global maupun regional -- serta perkembangan internal (domestik), maka RDG BI pada 20-21 Desember 2023 tampaknya cenderung mempertahankan stance kebijakan moneter menahan posisi BI-7 Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) tetap 6,0%. Saat ini juga terlihat bank-bank sentral di negara maju condong menahan posisi suku bunga acuannya, sambil menanti laju inflasi menuju ke level target yang sebesar 2%.
"Sebagai contoh, The Fed pada pertemuan terakhir Desember ini memutuskan menahan suku bunga acuannya -- Fed Funds Rate (FFR) -- di level 5,25-5,50%. Keputusan ini menandakan The Fed tidak mengubah FFR untuk ketiga kalinya secara beruntun. Inflasi tahunan AS terus menurun ke 3,14% di November 2023, dari 3,24% di Oktober," katanya kepada Investortrust, kemarin.
Baca Juga
Sambut Penurunan Suku Bunga The Fed, Ekonom Bahana Sarankan Dana Pensiun Borong SBN

