Jelang Pengumuman RDG BI, Rupiah Ditutup di Level Rp 16.368/USD
JAKARTA, investortrust.id - Jelang pengumuman keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) esok hari, nilai tukar (kurs) rupiah ditutup mendekati angka Rp 16.400/USD. Berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI rupiah ditutup di level Rp 16.368/USD, Rabu (19/6/2024).
Sementara dilansir dari Yahoo Finance, hingga pukul 16.30 WIB mata uang rupiah berada pada posisi Rp 16.360/USD.
Sebelumnya Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan Indonesia pada Mei 2024 kembali mencetak surplus US$2,93 miliar, atau naik US$0,21 miliar secara bulanan. Secara kumulatif, surplus neraca perdagangan RI mencapai US$13,06 miliar, tercatat surplus selama 49 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.
Baca Juga
Rupiah Dekati Rp16.400/US$, Pemerintah Pantau Maskapai Berpotensi Terdampak
Surplus pada Mei 2024 ini lebih tinggi dari bulan sebelumnya dan bulan yg sama tahun lalu. BPS mencatat nilai ekspor Indonesia pada Mei 2024 anjlok menjadi US$19,65 miliar, naik 13,82% dibandingkan April 2024 (month-to-month/mtm).
Peningkatan kinerja ekspor pada Mei 2024 didorong peningkatan ekspor nonmigas, terutama komoditas mesin dan perlengkapan elektronik serta bagiannya sebesar 26,66% dengan andil 1,34%, bijih logam terak dan abu sebesar 25,96% dengan andil 1,09%, kendaraan dan bagiannya sebesar 26,8% dengan andil 1%.
Sementara itu, total nilai impor Indonesia pada Mei 2024 mencapai US$19,40 miliar, naik sebesar 14,82% jika dibandingkan dengan periode bulan sebelumnya (month-to-month/mtm). Nilai impor migas mengalami penurunan pada Mei 2024 sebesar 7,91% secara bulanan (mtm) menjadi US$2,75 miliar. Di sisi lain, nilai impor nonmigas mengalami peningkatan sebesar 19,7% mtm menjadi US$16,65 miliar.
Baca Juga
Sementara itu, Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi juga menyorot perihal sektor fundamental Amerika Serikat (AS) yang turut berperan terhadap pergerakan indeks dolar. Ia menyorot soal penjualan ritel AS hampir tidak meningkat pada bulan Mei dan data untuk bulan sebelumnya direvisi jauh lebih rendah, data menunjukkan pada hari Selasa, menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi masih lesu pada kuartal kedua.
"Pasar kini memprakirakan kemungkinan sebesar 67% bahwa The Fed akan mulai menurunkan suku bunga pada bulan September, menurut alat CME FedWatch, dengan perkiraan penurunan sebesar hampir 50 basis poin untuk sisa tahun ini," kata Ibrahim dalam keterangannya, Rabu (19/6/2024).

