Jelang Pengumuman RDG BI, Rupiah Menguat ke Level Rp 16.414 per US$
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Rupiah mengalami penguatan jelang pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada Rabu (17/9/2025). Rupiah terapresiasi 26 poin atau 0,16% ke level Rp 16.414 per US$, berdasarkan pantauan di laman Bloomberg pukul 09.59 WIB.
Tak hanya Mata Uang Garuda, apresiasi juga terlihat pada sejumlah mata uang negara di kawasan Asia. Yuan China menguat 0,1% terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Di samping itu, penguatan juga terjadi pada dolar Hongkong yang menguat 0,03% dan ringgit Malaysia sebesar 0,27%.
Sementara itu, yen Jepang terdepresiasi sebesar 0,05%. Setali tiga uang dengan yen Jepang, kondisi won Korea Selatan dan baht Thailand juga mengalami pelemahan masing-masing sebesar 0,06% dan 0,15%.
Baca Juga
Rupiah Ditutup Menguat 0,12% Jelang Pemangkasan Suku Bunga The Fed
Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro mengatakan pasar masih terus menunggu kepastian pemangkasan suku bunga AS oleh the Fed pada bulan ini. Data-data yang menunjukkan pemangkasan tersebut di antara pelemahan pasar tenaga kerja dan inflasi yang mereda.
Selain itu, pasar juga masih memperhatikan pertimbangan the Fed dalam memutuskan kebijakan suku bunganya ke depan.
“Saat ini, pasar memperkirakan ada tiga kali pemangkasan suku bunga pada tahun ini,” ujar Andry, Selasa (17/9/2025).
Baca Juga
Rupiah Terapresiasi karena Pelemahan Dolar, Pasar Tunggu Kabar The Fed
Salah satu faktor yang kini menjadi perhatian yaitu tingginya inflasi di AS. Kondisi ini membatasi besaran pemangkasan suku bunga tahun depan.
Di dalam negeri, Bank Mandiri mencatat terjadinya arus keluar bersih Rp 373,2 miliar pada Selasa (16/9/2025). Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah tenor 10 tahun berada dalam posisi tetap yaitu 6,34%. Adapun obligasi tenor 10 tahun berdenominasi dolar AS turun 2,5 basis poin (bps) ke 4,9%.
“Pandangan kami, nilai tukar rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp 16.375 hingga Rp 16.464 per US$” kata dia.

